Jakarta (DMS) – Permukiman warga di Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur, terendam banjir pada Jumat pagi dengan ketinggian air mencapai lebih dari satu meter atau sekitar 100–110 sentimeter.
Ketua RT 13/RW 04 Kampung Melayu, Sanusi, mengatakan bahwa ketinggian air terus meningkat sejak dini hari. “Pagi ini pukul 06.00 WIB, air sudah sekitar satu meter lebih. Sejak dini hari tadi terus naik,” ujarnya saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.
Menurut Sanusi, banjir dipicu oleh curah hujan yang turun sejak Kamis (16/4) malam. Hujan dengan intensitas cukup tinggi menyebabkan air mulai naik sekitar pukul 02.00 WIB dan terus bertambah hingga pagi hari, merendam rumah-rumah warga terutama di wilayah yang lebih rendah.
Ia menjelaskan bahwa dalam beberapa waktu terakhir hujan memang kerap turun hampir setiap hari, khususnya pada sore hingga malam hari. Kondisi tersebut membuat wilayah Kebon Pala kembali dilanda banjir berulang.
“Air naik sekitar jam dua pagi, kemungkinan karena hujan semalam. Memang belakangan ini hujan hampir tiap hari,” kata Sanusi.
Banjir yang terjadi beberapa hari terakhir juga dipengaruhi oleh pola hujan yang terus berulang, sehingga genangan air sulit surut secara optimal dan kembali meningkat saat hujan deras turun.
Meski ketinggian air telah mencapai lebih dari satu meter, warga hingga saat ini masih bertahan di rumah masing-masing dan belum mengungsi. Sebagian warga memilih tetap berada di lantai dua rumah mereka.
“Belum ada yang mengungsi, warga masih bertahan di lantai dua. Kondisinya masih aman,” ujar Sanusi.
Banjir di kawasan yang memang kerap terdampak ini menyebabkan aktivitas warga terganggu. Hingga kini, warga masih menunggu air surut sambil terus memantau perkembangan situasi.
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir rob yang diperkirakan terjadi pada 17 hingga 23 April 2026 di sejumlah wilayah pesisir utara Jakarta.
Potensi banjir rob tersebut dipicu oleh fenomena fase bulan baru pada 17 April serta perigee pada 19 April 2026, yang berpotensi meningkatkan ketinggian maksimum air laut.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD DKI Jakarta menyiagakan layanan darurat 112 yang dapat dihubungi masyarakat dalam kondisi darurat. Warga juga diimbau untuk memantau informasi terkini melalui kanal resmi BPBD dan situs pemantauan banjir milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.











