Berita Maluku Tengah – Komsisi II DPRD Maluku Tengah mencurigai adanya indikasi terselubung menyebabkan terjadinya kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Masohi
Untuk memastikan kecurigaan itu, Ko0msisi II DPRD Maluku Tengah, memanggil manajemen Pertamina Terminal Masohi dan Pengelolah SPBU untuk mengklarifikasi kelangkaan BBM ini.
Kelangkaan BBM di Kota Masohi diketahui sudah sering terjadi dan dicurigai ada indikasi lain dibalik kelangkaan tersebut.
Ketua Komisi II DPRD Maluku Tengah, Sukri Wailissa meminta Pertamina segera menangani kelangkaan BBM tersebut, Ia menegaskan tak ingin kelangkaan ini menghambat kegiatan perekonomian masyarakat yang perlahan bangkit setelah dihantam pandemi Covid-19.
Disebutkan Wailissa, menindaklanjuti persolan kelangkaan BBM di Maluku Tengah maka Komsisi II menjdwalkan pertemuan dengan PT Pertamina Wilayah Maluku di Ambon dalam waktu dekat.
Dalam pertemuan itu para Penngelolah SBPU juga menyampaikan minimnya penyaluran BMM dari unit terminal sehingga stok yang ada di SPBU cepat menipis.
Sementara itu Fuel Terminal Manajer Masohi, Yoga Reksosumadyo menyatakan, stok BBM di Terminal Masohi maupun proses penyaluran ke SPBU berjalan normal.
Dikatakan untuk mekanisme penyaluran untuk menghindari antrian pengisian di pagi hari pihak Pertamina akan melakukan evaluasi apakah jadwal penyaluran ke SPBU dapat dilakukan pada waktu malam hari.
Menurutnya Hal ini perlu dikoordinasikan sehingga tidak menghambat proses penyaluran, karena ditakutkan pada saat mobil BBM diluncurkan untuk pengisian, SPBU yang dituju telah ditutup.
Diketahui kelangkaan BBM di Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, seringkali terjadi sehingga berdampak mengularnya antrean mobil di sejumlah SPBU Batas Kota. SPBU itu hampir setiap harinya dipadati kendaraan roda dua dan empat.
Kejadian ini membuat, para sopir terutama Angkutan Umum (Angkot) terpaksa mengantre berjam-jam demi mendapatkan beberapa liter BBM untuk kendaraan mereka.
Selain keluhan mengantre persoalan lain juga timbul karena pihak SPBU tak hanya melayani kendaraan, namun juga melayani jirigen milik para pengecer minyak yang memakan waktu antrean.DMS