Berita Internasional, Beijing – China melaporkan hampir 59.938 orang meninggal di rumah sakit akibat COVID-19 sejak mencabut kebijakan nol-COVID pada awal Desember, peningkatan besar dari angka yang dilaporkan sebelumnya menyusul kritik global terhadap data virus corona negara itu.
Mulai 8 Desember hingga12 Januari, jumlah kematian akibat COVID di rumah sakit Tiongkok mencapai 59.938, dengan rata-rata usia 80,3 tahun di antara yang meninggal, kata kepala Biro Administrasi Medis di bawah Komisi Kesehatan Nasional (NHC) Jiao Yahui kepada media briefing pada Sabtu (14/1/2023).
Jiao mengatakan, 5.503 kematian disebabkan oleh gagal pernafasan akibat COVID, sementara 54.435 akibat kombinasi COVID dan penyakit lainnya.
Dari pasien yang meninggal, 90,1% berusia 65 tahun ke atas.
China terakhir kali melaporkan angka harian kematian akibat COVID pada hari Senin.
Pihak berwenang telah melaporkan lima atau lebih sedikit kematian dalam sehari selama sebulan terakhir, angka yang tidak konsisten dengan antrean panjang yang terlihat di rumah duka dan kantong jenazah terlihat meninggalkan rumah sakit yang penuh sesak.
Pada bulan Desember, para pejabat mengatakan mereka merencanakan pembaruan bulanan, bukan pembaruan harian.
Sementara pakar kesehatan internasional memperkirakan setidaknya 1 juta kematian terkait COVID tahun ini, China sebelumnya melaporkan lebih dari 5.000 sejak pandemi dimulai, salah satu tingkat kematian terendah di dunia. DMS
Sumber : Reuters