Ambon, Maluku (DMS) – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Ambon mencatat layanan penyelamatan atau rescue masih mendominasi dibandingkan penanganan kebakaran. Hingga pertengahan tahun 2026, jumlah layanan penyelamatan mencapai 174 kasus, sementara kejadian kebakaran tercatat 59 kasus.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Ambon, Alfredo J. Hehamahua, mengatakan tren tersebut menunjukkan bahwa tugas Damkar kini tidak hanya memadamkan api, tetapi juga menangani berbagai kondisi darurat yang membutuhkan pertolongan cepat.
“Sepanjang tahun 2025 kami menangani 239 kasus penyelamatan, sedangkan kebakaran sebanyak 58 kejadian. Memasuki pertengahan tahun 2026, jumlah kebakaran sudah mencapai 59 kasus, sementara layanan penyelamatan tercatat 174 kasus,” kata Alfredo.
Menurutnya, tingginya layanan penyelamatan didominasi penanganan hewan liar yang membahayakan warga, pelepasan cincin, pemotongan pohon tumbang, evakuasi hewan peliharaan, hingga bantuan medis darurat.
Alfredo menjelaskan, memasuki musim kemarau, Damkar Ambon juga mencatat peningkatan kebakaran lahan dan sampah.
“Hingga Juni 2026 terdapat enam kasus kebakaran lahan dan hutan yang dipicu cuaca kering, serta 15 kasus kebakaran sampah di TPS maupun TPS regional,” ujarnya.
Ia mengatakan sebagian besar laporan kondisi darurat kini diterima melalui Call Center 112, sehingga koordinasi penanganan menjadi lebih cepat dan efektif.
“Saat ini berbagai panggilan darurat, termasuk kondisi medis maupun evakuasi warga, telah terintegrasi melalui layanan 112 sehingga respons petugas menjadi lebih cepat,” jelasnya.
Waspadai Korsleting Listrik
Menyikapi meningkatnya jumlah kejadian, Damkar Kota Ambon mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama yang disebabkan oleh korsleting listrik.
“Korsleting listrik masih menjadi penyebab utama kebakaran rumah. Karena itu kami mengimbau masyarakat rutin memeriksa instalasi listrik agar tetap aman,” kata Alfredo.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak sembarangan membuka lahan dengan cara membakar maupun membakar sampah, terutama saat musim kemarau dan angin bertiup kencang.
“Jangan membakar lahan atau sampah saat kondisi cuaca kering dan berangin karena api dapat dengan cepat meluas dan sulit dikendalikan,” tegasnya.
Edukasi Keselamatan Sejak Usia Dini
Selain melakukan penanganan darurat, Damkar Kota Ambon terus memperkuat edukasi keselamatan kepada masyarakat sejak usia dini.
Markas Damkar kini menjadi lokasi pembelajaran bagi anak-anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) untuk mengenal tugas pemadam kebakaran serta pentingnya budaya keselamatan.
Program edukasi tersebut tidak hanya diikuti sekolah-sekolah di Kota Ambon, tetapi juga telah menjangkau peserta dari Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten Seram Bagian Barat, hingga wilayah Saparua.
“Kami ingin membangun budaya sadar keselamatan sejak dini sehingga anak-anak memahami cara mencegah bahaya kebakaran dan mengetahui peran Damkar dalam membantu masyarakat,” pungkas Alfredo.
DMS










