Berita Maluku Utara, Ternate – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, mengoptimalkan upaya penurunan angka kasus stunting yang menyebabkan pertumbuhan terganggu sehingga anak menjadi tengkes.
“Dalam upaya menurunkan angka kasus stunting dari 24 persen menjadi 14 persen selama periode 2022 sampai 2024 pemerintah kota memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kekerdilan di 16 kelurahan yang tersebar di Kecamatan Pulau Ternate, Ternate Tengah, Ternate Utara, Pulau Hiri, dan Batang Dua,” kata Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Ternate, Fatyiah Suma di Ternate, Kamis, (13/1/2022).
Fatyiah mengatakan, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Ternate sudah menyiapkan 335 kader pendamping keluarga untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganan stunting di tingkat kelurahan.
Dirinya menambahkan, Pemerintah juga melaksanakan Program Bangga Kencana untuk mendukung upaya penurunan angka kasus stunting.
Program Bangga Kencana adalah program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana yang ditujukan untuk mengarahkan warga membentuk keluarga berkualitas antara lain dengan membuat rencana berkeluarga, memiliki anak, dan mengatur jarak kelahiran.
Sementara itu, Walikota Ternate, Tauhid Soleman menekankan, pentingnya sinergi dan kolaborasi lintas sektor dalam upaya untuk menurunkan angka kasus stunting.
Tauhid mengatakan, penanganan stunting tidak boleh hanya melalui satu institusi, tetapi banyak pihak harus terlibat, seperti tokoh masyarakat, tokoh agama, dan aparatur pemerintah. DMS