Berita Malteng, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Maluku terjun langsung ke Masohi melakukan pemeriksaan pembangunan rehabilitasi pasar Binaya Masohi, Jumat (24/06)
Dalam pemeriksaan fisik bangunan pasar Binaiya Masohi atau yang lebih dikenal dengan sebutan Masohi Plaza (Maplaz) tersebut Krimsus mengandeng tenaga ahli dari Politeknik Unpati, untuk melakukan perhitungan intensif terhadap proses pekerjaan proyek senilai Rp11.4 miliar tahun 2021 tersebut.
Kehadiran tim Krimsus bersama ahli diduga menyelidi dugaan korupsi pembangunan rehab pasar Binaiya, yang terletak ditengah jantung Kota Masohi, Ibu Kota Kabupaten Maluku Tengah itu.
Pantauan DMS Media Group di lokasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Maluku Tengah serta pihak ketiga yang mengerjakan pasar itu yakni PT Kadjuara Mandiri juga turut dihadirkan pihak Polda Maluku saat proses pemeriksaan fisik Pasar Binaiya.
Panit Subdit III Tipikor, Krimsus Polda Maluku, IPTU Fredy B Samale, yang dicehat sejumlah wartawan saat keluar dari Pasar Binaiya Masohi, membenarkan tujuan datang untuk pemeriksaan fisik bangunan hasil rehab pasar tersebut.
Ia juga mengakui pemeriksaan tersebut dalam rangka penyilidikan dugaan korupsi dari hasil rehab Pasar tersebut sebagai mana laporan masyarakat.
Kepala pasar Binaya Masohi Abidin Marasabessy, saat dikonfirmasi mengakui sesuai hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Maluku menemukan adanya kerugian dari hasil rehab Pasar Binaiya tersebut.
Namun oleh BPK dugaan kerugian tersebut merupakan kelebihan bayar pemerintah kepada pihak ketiga sebesar Rp121 juta dan sudah dikembalikan.
Dari infomrasi yang dihimpun saat ini pihak ketiga yakni PT. Kadjuara Mandiri baru mengembalikan Rp50 juta.
Diketahui pekerjaan pembangunan rehabilitasi Pasar Binaiya Masohi, berdasarkan kontrak 20/SP/PSR-TKBNY/XII/2020, tanggal 22 Desember 2020, dikerjakan selama 350 hari kalender menelan anggaran sebesar Rp 14.413. 983.000.
Sayangnya hingga melewati tengat waktu tersebut masih ada sejumlah pekerjaan yang tidak rampung.
Bangunan yang semestinya menjadi kebangaan warga Maluku Tengah, khususnya kota Masohi terlibat rusak dimana-mana.
Sebagian tembok sudah keropos, kaca di beberapa bagian juga terlihat pecah. padahal anggaran yang dialokasikan terbilang cukup besar.DMS