Jakarta (DMS) – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto memastikan bahwa tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban luka maupun korban jiwa akibat gempa bumi dahsyat di Myanmar.
“Sejauh ini, WNI dalam keadaan aman. Tidak ada yang mengalami luka-luka, apalagi menjadi korban jiwa,” ujar Suharyanto dalam konferensi pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (1/4/2025).
Meski demikian, ia meminta media untuk mengonfirmasi informasi terbaru kepada Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) guna memastikan perkembangan lebih lanjut.
“Untuk pembaruan informasi yang lebih akurat, silakan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri,” tambahnya.
Pemerintah Indonesia telah mengirimkan bantuan kemanusiaan sejak Senin (31/3/2025) berupa logistik dan personel. Hari ini, Indonesia kembali mengirimkan Satuan Tugas (Satgas) Kemanusiaan yang terdiri dari 73 personel dari berbagai kementerian dan lembaga.
Suharyanto menegaskan bahwa bantuan yang diberikan Indonesia tergolong paling lengkap dibandingkan dengan negara lain.
“Bantuan yang kami kirimkan mencakup tim medis, tim pencarian dan pertolongan, serta bantuan logistik. Sejauh ini, baru Indonesia yang mengirimkan bantuan selengkap ini,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya solidaritas dan kepedulian terhadap negara lain yang sedang mengalami bencana.
“Kita patut bangga karena Indonesia menunjukkan kepedulian tinggi terhadap masyarakat internasional yang terdampak bencana,” katanya.
Satgas Kemanusiaan yang diberangkatkan terdiri dari personel BNPB, Badan SAR Nasional (Basarnas), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Kemenlu, serta personel TNI.
Diketahui, gempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang Myanmar pada Jumat (28/3/2025). Hingga Senin (31/3/2025), jumlah korban tewas dilaporkan mencapai 2.056 jiwa.DMS/KC