Pontianak (DMS) – Personel Batalyon Komando 466 Pasukan Gerak Cepat bersama Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan mengevakuasi jenazah korban kecelakaan helikopter PK-CFX milik Matthew Air Nusantara dari Kabupaten Sekadau menuju Bandara Supadio, Pontianak, menggunakan helikopter Caracal.
Komandan Yonko 466 Pasgat, Adim Dwi Prasanda, menyampaikan bahwa seluruh korban dalam insiden tersebut telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Hingga saat ini, proses evakuasi masih terus berlangsung, termasuk pengamanan bagian-bagian helikopter dari lokasi kejadian.
“Sejauh ini kami menerima informasi seluruh korban sudah ditemukan. Proses evakuasi masih berjalan, termasuk pengamanan bagian-bagian helikopter dari lokasi di Kabupaten Sekadau,” ujar Adim di Pontianak, Jumat.
Ia menjelaskan, dalam proses pemindahan jenazah dari lokasi jatuhnya helikopter menuju Bandara Supadio, tim melibatkan dua personel Yonko 466 Pasgat dan satu personel Basarnas yang turut mendampingi di dalam helikopter Caracal.
Menurut Adim, korban pertama kali ditemukan oleh tim SAR gabungan darat yang sejak awal melakukan pencarian intensif setelah menerima laporan hilangnya kontak helikopter tersebut.
Tim SAR gabungan yang terlibat dalam operasi ini terdiri dari unsur Brimob Polda Kalimantan Barat, kepolisian setempat, personel TNI dari Kodim dan Koramil terdekat, serta Basarnas.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus menyiagakan personel guna memastikan kelancaran seluruh tahapan evakuasi, termasuk kemungkinan penambahan kekuatan di lapangan apabila diperlukan.
“Sesuai tugas kami, proses evakuasi harus dilaksanakan secara maksimal dengan tetap memperhatikan situasi dan kondisi, terutama faktor cuaca yang dapat berubah dengan cepat. Keselamatan personel menjadi prioritas utama,” katanya.
Hingga kini, proses evakuasi lanjutan masih terus dilakukan, baik untuk pemindahan korban maupun pengumpulan serpihan helikopter guna kepentingan investigasi lebih lanjut oleh pihak berwenang.










