Jakarta (DMS) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat sebanyak 115 Rukun Tetangga (RT) di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan masih terendam banjir hingga Selasa pagi akibat meluapnya sejumlah kali setelah hujan deras mengguyur wilayah ibu kota dan sekitarnya.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat mengatakan banjir dipicu tingginya curah hujan yang menyebabkan beberapa aliran sungai meluap, di antaranya Kali Krukut, Kali Grogol Mampang, Kali Angke, Kali Pesanggrahan, Kali Keuangan, Kali Mampang, dan Kali Ciliwung.
“Penyebab curah hujan tinggi yang mengakibatkan Kali Krukut, Kali Grogol Mampang, Kali Angke, Kali Pesanggrahan, Kali Keuangan, Kali Mampang, dan Kali Ciliwung meluap sehingga merendam permukiman warga,” kata Marulitua di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, selain merendam 115 RT, banjir juga masih menggenangi empat ruas jalan di wilayah Jakarta Barat, Timur, dan Selatan.
BPBD mencatat ketinggian air di lokasi terdampak bervariasi mulai dari 15 sentimeter hingga mencapai 240 sentimeter atau 2,4 meter.
Marulitua menjelaskan hujan deras pada Senin (4/5) menyebabkan kenaikan tinggi muka air di sejumlah pos pantau, antara lain Pos Pesanggrahan berstatus Siaga 3 pada pukul 16.00 WIB, Pintu Air Pasar Ikan Siaga 2 pada pukul 19.00 WIB, Pos Depok Siaga 3 pada pukul 17.00 WIB, serta Pos Angke Hulu yang naik dari Siaga 3 pukul 17.00 WIB menjadi Siaga 2 pukul 18.00 WIB hingga mencapai Siaga 1 pada pukul 20.00 WIB.
Kenaikan status juga tercatat di Pos Karet, Pos Cipinang Hulu, dan Pos Sunter Hulu yang masing-masing berada pada level Siaga 3.
BPBD DKI Jakarta saat ini telah mengerahkan personel untuk memantau kondisi genangan di seluruh wilayah terdampak serta berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan guna melakukan penyedotan air dan memastikan sistem drainase berfungsi optimal.
“BPBD DKI mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan. Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam non-stop,” ujar Marulitua.
Berikut sebaran wilayah terdampak banjir berdasarkan data BPBD DKI Jakarta pada Selasa pagi:
Jakarta Barat: 15 RT
- Kedaung Kali Angke: 3 RT
- Rawa Buaya: 2 RT
- Kedoya Selatan: 4 RT
- Joglo: 1 RT
- Kembangan Selatan: 5 RT
Jakarta Selatan: 78 RT
- Cilandak Barat: 1 RT
- Pondok Labu: 1 RT
- Tanjung Barat: 2 RT
- Cipete Utara: 3 RT
- Petogogan: 37 RT
- Bangka: 1 RT
- Pela Mampang: 9 RT
- Rawajati: 4 RT
- Cilandak Timur: 3 RT
- Pejaten Timur: 8 RT
- Bintaro: 6 RT
- Pesanggrahan: 2 RT
- Ulujami: 1 RT
Jakarta Timur: 22 RT
- Bidara Cina: 4 RT
- Kampung Melayu: 8 RT
- Cawang: 7 RT
- Cililitan: 3 RT
BPBD menegaskan kondisi banjir akan terus dipantau seiring perkembangan cuaca dan tinggi muka air di sejumlah pintu air ibu kota.
DMS/AC










