Jakarta – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mendorong para lulusan Sekolah Tinggi Multi Media (STMM) Yogyakarta untuk mengambil peran kunci dalam mewujudkan digitalisasi nasional, sejalan dengan keahlian yang mereka pelajari selama pendidikan mereka.
Dalam Orasi Ilmiah Upacara Wisuda Periode II Tahun 2023 Mahasiswa STMM Yogyakarta pada hari Rabu, Budi menyambut para wisudawan dengan harapan agar mereka terus mengasah kemampuan mereka demi menghasilkan talenta digital yang handal. “Selamat datang di babak baru perjalanan profesional Anda yang penuh dengan peluang di era digital,” ujar Budi.
STMM Yogyakarta, yang langsung dinaungi oleh Kementerian Kominfo, menjadi fokus Budi untuk menyampaikan pentingnya kontribusi lulusan dalam menghadirkan kesuksesan dalam transformasi digital nasional. Budi menyoroti peran ekonomi digital sebagai faktor pendukung pertumbuhan ekonomi nasional, dengan proyeksi nilai ekonomi digital Indonesia mencapai 360 miliar dolar Amerika Serikat pada tahun 2030.
Menteri Kominfo menggarisbawahi pentingnya akses mudah informasi bagi generasi muda saat ini, dan menekankan bahwa para lulusan STMM Yogyakarta, dengan bekal pendidikan tinggi mereka, memiliki peluang lebih baik untuk terlibat dalam menyukseskan digitalisasi nasional.
Budi juga menyoroti lima set keterampilan yang diharapkan oleh pelaku bisnis dalam lima tahun ke depan, termasuk berpikir kreatif, berpikir analitik, literasi teknologi, rasa ingin tahu dan pembelajaran seumur hidup, serta ketangguhan, fleksibilitas, dan ketangkasan.
Ketua STMM Yogyakarta, Noor Iza, menyampaikan bahwa pada periode II wisuda STMM Yogyakarta, sebanyak 250 mahasiswa dari enam program studi telah berhasil menyelesaikan pendidikan mereka. Ia menekankan bahwa 24 persen dari wisudawan tersebut telah terserap di berbagai industri yang relevan, seperti komunikasi, penyiaran, game, dan animasi.
Noor Iza menyatakan bahwa pencapaian ini menjadi bukti komitmen STMM Yogyakarta dalam melatih sumber daya manusia berbakat di bidang digital. “Kemampuan mahasiswa dalam menghadapi perubahan telah disiapkan melalui pelaksanaan kurikulum pendidikan yang disesuaikan dengan perkembangan teknologi dan tantangan dunia kerja,” tambah Noor Iza, menggarisbawahi kesuksesan pendekatan pendidikan yang adaptif dan progresif. DMS-AC