Jakarta (DMS) – Sebanyak 40 prajurit TNI AD harus berjalan kaki melewati 20 titik longsor untuk menyalurkan logistik bagi warga terdampak bencana di Sumatera Utara, setelah akses jalan darat terputus total.
Kepala Bidang Penerangan Umum Puspen TNI Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi di Jakarta, Selasa, mengatakan para prajurit terpaksa menempuh jalur darat secara manual karena kendaraan tidak dapat melintas akibat tumpukan material longsor.
“Prajurit melaksanakan patroli sekaligus pendistribusian awal logistik menuju Dusun Lapan Lombu, Kelurahan Nauli, Kecamatan Sitahuis, pada Sabtu, 6 Desember,” ujar Agung.
Perjalanan sekitar tiga jam itu dimulai dari Desa Parsingkaman, melewati Aek Raisan dan Aek Mompang menuju Nauli. Medan yang ditempuh sangat berat dan licin karena tertutup lumpur serta tanah liat.
Selain membawa kebutuhan pangan, prajurit juga memikul genset, obat-obatan, hingga peralatan medis. Setibanya di lokasi, mereka langsung memberikan layanan kesehatan kepada warga.
Di sisi lain, tim TNI AD lainnya segera menyiapkan landasan pendaratan (landing zone) agar helikopter bisa menyalurkan bantuan dalam jumlah lebih besar.
Agung menjelaskan bahwa landing zone tersebut akan mempermudah distribusi logistik ke tiga wilayah terdampak: Desa Naga Timbul (1.200 jiwa), Kelurahan Nauli (2.000 jiwa), dan Desa Mardame (1.100 jiwa).
“TNI AD memastikan helikopter akan terus hadir di landing zone untuk mengalirkan bantuan yang dibutuhkan warga,” kata Agung.










