Jakarta (DMS) – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyoroti masih adanya praktik premanisme di ibu kota, meskipun Jakarta berhasil meraih predikat sebagai kota teraman kedua di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) berdasarkan survei Global Residence Index edisi 2026.
“Predikat kota teraman ini bukan pernyataan gubernur, tetapi hasil survei dunia. Namun di lapangan masih ada kejadian seperti pedagang bakso yang dipalak di Tanah Abang, dan itu menjadi perhatian serius kami,” ujar Pramono di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu.
Menurutnya, capaian tersebut tetap patut diapresiasi, tetapi tidak boleh membuat pemerintah lengah terhadap berbagai persoalan keamanan yang masih terjadi, khususnya yang menimpa masyarakat kecil.
Salah satu kasus yang disoroti adalah aksi pemalakan terhadap pedagang bakso di kawasan Tanah Abang. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa tingkat keamanan kota tidak hanya diukur dari hasil survei, tetapi juga dari rasa aman yang dirasakan langsung oleh warga.
Pramono mengungkapkan dirinya langsung mengambil langkah cepat dengan menginstruksikan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk bertindak tegas terhadap pelaku.
- Pelaku pemalakan berhasil diamankan
- Tindakan perusakan barang dagangan turut menjadi dasar penindakan
- Pelaku langsung ditahan setelah kejadian
“Saya langsung menelepon Kepala Dinas Satpol PP untuk mengambil tindakan. Pelaku yang memalak dan memecahkan mangkuk langsung ditangkap dan ditahan,” jelasnya.
Ia menegaskan langkah cepat tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam merespons setiap laporan masyarakat secara sigap, sekaligus memastikan tidak ada toleransi terhadap praktik premanisme.
Lebih lanjut, Pramono menjelaskan bahwa Jakarta sebagai kota metropolitan dengan jumlah penduduk lebih dari 11 juta jiwa memiliki dinamika sosial yang kompleks. Jika dihitung dengan kawasan aglomerasi, jumlah penduduknya bahkan mendekati 42 juta jiwa berdasarkan data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Dengan kondisi tersebut, potensi gangguan keamanan tetap ada. Namun, menurutnya, yang terpenting adalah kehadiran pemerintah dalam memberikan respons cepat dan solusi nyata.
“Hal-hal seperti ini tentu harus segera kami tindak dengan tegas,” ujarnya.
Pramono juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan, termasuk melaporkan setiap kejadian yang meresahkan.
Ke depan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk:
- Memperkuat pengawasan di titik-titik rawan
- Meningkatkan respons aparat terhadap laporan warga
- Menjamin rasa aman hingga ke pedagang kecil dan sektor informal
Sebelumnya, beredar video viral di media sosial yang memperlihatkan aksi seorang preman merusak mangkuk milik pedagang bakso di Tanah Abang pada Jumat (9/4). Dalam video tersebut, pelaku terlihat mengambil sejumlah mangkuk dari gerobak, lalu membantingnya hingga pecah.











