Ambon, Maluku (DMS) – Majelis Pekerja Klasis Kota Ambon Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) menggelar persidangan ke-49, berlangsung di gedung Gereje Bethania Minggu (23/02). Acara ini dihadiri lebih dari 200 peserta dari 21 jemaat se-Klasis Kota Ambon.
Kali ini, Jemaat GPM Bethania dipercayakan menjadi tuan rumah pelaksana. Acara pembukaan berlangsung dalam kebaktian yang dilayani oleh Pendeta Corneles Alyona,
Akta pelaksanaan Sidang ke-49 Klasis Kota Ambon dilakukan Ketua Sinode, Pendeta Elifas Tomix Maspaitella, ditandai dengan pemukulan tifa diikuti pemukulan toleng-toleng secara serentak oleh 21 perwakilan jemaat se-Klasis kota Ambon.
Sidang kali ini mengusung tema “Beritakanlah Tahun Rahmat Tuhan Telah Datang dan Kerjakanlah Keselamatanmu”, diawali dengan ibadah yang dipimpin oleh Pdt. Corneles Alyona.
Dalam sambutannya, Pdt. Maspaitella menekankan pentingnya kehidupan profetik dalam pelayanan gereja, terutama dalam menghadapi tantangan zaman. Ia menyoroti isu pelestarian lingkungan hidup yang berkaitan dengan krisis ekologi, pembinaan umat pelayan, serta adaptasi gereja terhadap modernisasi.
Pdt. Maspaitella menegaskan, gereja harus memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan sosial agar tidak menjadi komunitas eksklusif. Ia juga menyoroti peran teologi dalam Koinonia, Diakonia, dan Marturia, serta menghidupkan kembali etika dalam kehidupan berjemaat.
Lebih lanjut, Pdt. Maspaitella menyoroti pentingnya pembinaan umat pelayan serta adaptasi gereja terhadap perkembangan zaman. Ia menegaskan bahwa keluarga merupakan unit pembinaan gereja yang utama. Oleh karena itu, pendidikan integratif dalam keluarga harus diperkuat agar mampu menciptakan perdamaian di lingkungan sosial yang lebih luas.
Ia juga menyoroti perlunya gereja memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan sosial agar tidak menjadi komunitas eksklusif. Selain itu, ia menekankan pentingnya peran teologi dalam Koinonia (persekutuan), Diakonia (pelayanan), dan Marturia (kesaksian), serta menghidupkan kembali etika dalam kehidupan berjemaat.
Selain itu, ia mengajak warga gereja untuk memanfaatkan media sosial secara bijaksana sebagai sarana penyebaran Injil, promosi nilai kemanusiaan, serta pengembangan kesejahteraan jemaat melalui ekonomi digital. Transformasi digital yang semakin cepat, menurutnya, harus direspons dengan bijak agar gereja tetap relevan dalam kehidupan masyarakat modern.
Menurutnya, media sosial dapat menjadi sarana efektif dalam menyebarkan Injil, mempromosikan nilai-nilai kemanusiaan, serta meningkatkan kesejahteraan jemaat melalui pengembangan ekonomi digital.
Ketua Klasis Kota Ambon, Pdt. R. Rikumahu, menegaskan bahwa persidangan ini merupakan momentum penting bagi GPM untuk merumuskan komitmen pelayanan yang lebih nyata.
Keputusan yang dihasilkan dalam sidang harus berorientasi pada peningkatan kualitas hidup umat, termasuk dalam bidang ketahanan pangan lokal untuk meningkatkan kemandirian ekonomi jemaat. Visi dan misi GPM menjadi pedoman dalam perubahan paradigma pelayanan, dari sekadar penguatan institusi menuju pemberdayaan jemaat.
Sidang tahun ini juga menandai akhir masa pelayanan Majelis Pekerja Klasis (MPK) periode 2020-2025. Selain memilih kepengurusan baru untuk periode 2025-2030, sidang juga akan menetapkan anggota tetap Majelis Pekerja Lengkap (MPL) Sinode serta delegasi untuk Sidang Sinode 2025 yang dijadwalkan pada 19 Oktober 2025.
Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, dalam sambutan yang dibacakan oleh Pejabat Sekretaris Kota Ambon, Robby Sapulete, menegaskan bahwa Sidang Klasis merupakan forum tertinggi dalam pengambilan keputusan di tingkat klasis.
Ia berharap hasil sidang dapat mendorong semangat persaudaraan dalam membangun jemaat serta berkontribusi dalam mengatasi berbagai tantangan sosial, termasuk kemiskinan ekstrem, inflasi, dan stunting di Kota Ambon.
Ketua Panitia Pelaksana, Piet Saimima, dalam laporannya menyampaikan bahwa Sidang Ke-49 Klasis Kota Ambon berlangsung selama satu hari dan diikuti oleh 200 peserta dari berbagai unsur, termasuk utusan jemaat, MPH Sinode, MPK, serta Badan Pembantu Pelayanan tingkat klasis.DMS