Jakarta (DMS) – Academy of Motion Picture Arts and Sciences merilis pembaruan aturan untuk berbagai kategori pada Academy Awards atau Piala Oscar 2027, termasuk untuk pertama kalinya menetapkan ketentuan terkait kelayakan film yang menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Dilansir dari Channel News Asia, Sabtu (2/5), aturan baru tersebut menyatakan bahwa penggunaan AI dalam proses produksi film tidak otomatis menghalangi maupun merugikan peluang sebuah karya untuk masuk nominasi Oscar.
Namun demikian, The Academy menegaskan bahwa setiap kategori akan menilai sejauh mana kontribusi manusia dalam proses kreatif sebelum menentukan kelayakan suatu film untuk memperoleh penghargaan.
Organisasi itu juga berhak meminta informasi tambahan dari tim produksi mengenai penggunaan AI serta porsi keterlibatan manusia dalam pembuatan film.
Presiden The Academy, Lynette Howell Taylor, menegaskan bahwa unsur manusia tetap menjadi faktor utama dalam penilaian penghargaan.
“Manusia harus berada di pusat proses kreatif. Seiring dengan terus berkembangnya AI, percakapan kita seputar AI juga akan ikut berkembang. Tetapi bagi The Academy, kami akan selalu menempatkan kepengarangan manusia sebagai pusat proses kelayakan penghargaan kami,” ujarnya.
Khusus untuk kategori skenario, The Academy menegaskan naskah harus ditulis oleh manusia agar memenuhi syarat nominasi.
Menurut organisasi tersebut, pembaruan aturan dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap perkembangan teknologi perfilman, sebagaimana sebelumnya juga dilakukan saat industri menghadapi kemajuan dalam teknologi suara, warna, maupun citra hasil komputer atau CGI.
Selain soal AI, The Academy juga melakukan perubahan signifikan pada kategori Film Internasional dengan memperluas kriteria kelayakan.
Kini, film-film yang memenangkan penghargaan utama pada festival film bergengsi seperti Cannes Film Festival, Venice Film Festival, dan Toronto International Film Festival dapat langsung memenuhi syarat untuk dipertimbangkan.
CEO The Academy, Bill Kramer, mengatakan perubahan tersebut dilakukan seiring meningkatnya peran perfilman internasional dalam percakapan global Oscar.
“Seperti yang kami lakukan setiap tahun, kami membuat banyak perubahan yang menurut kami sangat cerdas dan progresif. Jelas, seiring dengan semakin mendunianya Akademi, kita perlu memikirkan bagaimana kita mengundang film-film internasional ke dalam percakapan Oscar,” kata Kramer.
Selain penghargaan utama di Cannes, Venesia, dan Toronto, film pemenang dari sejumlah festival lain juga akan memenuhi syarat, termasuk Golden Bear di Festival Film Internasional Berlin, penghargaan film terbaik Festival Film Internasional Busan, serta Grand Jury Prize World Cinema di Festival Film Sundance.
Dalam aturan baru tersebut, film internasional nantinya akan dicantumkan sebagai nomine berdasarkan judul film, bukan negara atau wilayah asalnya, dan penghargaan akan diterima langsung oleh pembuat film.
Nama sutradara juga akan dicantumkan pada plakat Oscar setelah judul film dan negara asal, jika ada.
Selain itu, The Academy kini memperbolehkan seorang aktor menerima lebih dari satu nominasi penampilan dalam kategori yang sama.
Organisasi itu juga memperjelas aturan kelayakan lagu orisinal dalam film, khususnya lagu yang diputar saat kredit akhir. Lagu tersebut kini harus mulai terdengar setidaknya dalam 15 detik terakhir film sebelum kredit bergulir agar dapat memenuhi syarat nominasi.
DMS/AC











