Berita Buru, Namlea – Partisipasi nyata masyarakat adat dalam pengelolaan pembangunan berkelanjutan menjadi bagian yang sangat vital. Masyarakat bisa menjadi mitra atau malah menjadi pihak yang berpotensi berkonflik dengan pemerintah.
Menyadari pentingnya keterlibatan masyarakat adat, Pemerintah Kabupaten Buru intens mengunjungi warga adat di daerah itu.
Belum lama ini, Penjabat Bupati Kabupaten Buru Djalaludin Salampessy melakukan silaturahmi ke masyarakat adat petuanan Lilialy di Desa Waeperang, Kabupaten Buru .
Dalam pertemuan itu hadir sejumlah tokoh adat petuanan Lilialy diantaranya Kepala Soa Bessy, Kepala Soa Turaha, Kepala Soa Hatlessy dan Saniri dari Marga Lekan, bersama Raja Petuanan Lilialy Husen Bessy.
Penjabat Bupati juga disuguhkan siri pinang sebagai bentuk kehormatan dan ini bagian dari salah satu prosesi adat dalam meyambut tamu dikalangan masyarakat Adat Buru.
Pj Bupati saat berdialog, mengajak warga adat di daerah itu tetap menjaga,melestarikan adat, saling menghormati keberagaman adat budaya yang ada di Puau Buru, khususnya di Kecamatan Lilialy.
Menurutnya perkembangan zaman dan keterbukaan akses dapat berimplikasi positif namun juga bisa berimplikasi negatif. Nilai-nilai sosial yang dulu dijunjung tinggi mulai berubah.
Olelnya itu Pemerintah daerah katanya akan secara rutin melaksanakan kegiatan sambang serta silaturahmi ke para tokoh masyarakat dan tokoh adat, tentunya hal ini akan menunjang tugasnya Pemerintah daerah.
Masyarakat adat petuanan Lilialy menyambut baik dan sangat mengapresiasi kunjungan dan silaturahmi Penjabat Bupati untuk bertemu langsung dengan mereka.
Ikut dalam kegiatan silaturahmi mendampingi Penjabat Bupati dari Pemda Buru , Staf Ahli Nawawi Tinggapi, Mansur Mamulati, Asisten I Abas Pelu, Asisten III Arman Buton , serta Kepala Dinas Pertanian Temok Rahadi, Kepala Dinas PMD Efendi Latief. Kepala Dinas Kesbangpol Kabupaten Buru Abd Basir Toisuta.DMS