Jakarta (DMS) – Rapper asal Amerika Serikat Kanye West, yang kini dikenal dengan nama Ye, dilaporkan terancam menghadapi larangan tampil di Prancis menyusul kontroversi pernyataan antisemit yang pernah dilontarkannya.
Mengutip laporan Variety pada Selasa (14/4) waktu setempat, Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nuñez tengah menjajaki opsi hukum untuk melarang Ye tampil dalam konser yang dijadwalkan berlangsung pada Juni di Marseille. Hal tersebut dikonfirmasi oleh pihak kementerian kepada kantor berita Agence France-Presse (AFP).
Penolakan juga datang dari Wali Kota Marseille, Benoît Payan, yang secara terbuka menyatakan sikapnya melalui media sosial. Ia menegaskan bahwa kota Marseille tidak akan menjadi tempat bagi pihak yang menyebarkan kebencian dan ideologi Nazisme.
“Saya menolak menjadikan Marseille sebagai panggung bagi mereka yang menyebarkan kebencian dan Nazisme tanpa penyesalan. Kanye West tidak diterima di Stade Vélodrome, tempat yang menjadi simbol kebersamaan seluruh warga Marseille,” tulis Payan dalam unggahannya.
Sementara itu, laporan dari Le Monde menyebutkan, berdasarkan pandangan pengadilan administratif tertinggi Prancis, otoritas setempat hanya dapat melarang konser dalam kondisi tertentu. Larangan dapat diberlakukan apabila terdapat risiko terjadinya pelanggaran pidana serta ancaman terhadap ketertiban umum.
Dalam upaya menindaklanjuti hal tersebut, Nuñez disebut telah menggelar pertemuan dengan prefek wilayah Provence-Alpes-Côte d’Azur, Jacques Witkowski, serta Payan untuk membahas langkah hukum yang memungkinkan penghentian konser tersebut.
Sebelumnya, pemerintah United Kingdom juga telah melarang Ye memasuki wilayahnya pada awal April. Keputusan itu diambil setelah ia dijadwalkan menjadi penampil utama dalam ajang Wireless Festival yang digelar di London pada Juli mendatang.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menilai kehadiran Ye berpotensi menimbulkan kekhawatiran, mengingat rekam jejaknya yang kerap melontarkan pernyataan antisemit serta dianggap mengglorifikasi Nazisme.
“Antisemitisme dalam bentuk apa pun sangat tidak dapat diterima dan harus dilawan dengan tegas di mana pun muncul. Semua pihak bertanggung jawab memastikan Inggris menjadi tempat yang aman bagi komunitas Yahudi,” ujar Starmer, seperti dikutip The Hollywood Reporter.
Meski sempat menyatakan terbuka untuk berdialog dengan komunitas Yahudi di Inggris, penampilan Ye pada festival tersebut akhirnya dibatalkan.
Kontroversi yang melibatkan Ye sebelumnya juga mencuat melalui sejumlah tindakan, termasuk perilisan lagu berjudul “Heil Hitler” pada 2025, penjualan kaus bergambar swastika melalui situs Yeezy, serta pernyataan publik yang menuai kecaman luas karena dianggap menyangkal Holocaust.
DMS/AC











