Kendari (DMS) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sebanyak 317 warga terpaksa mengungsi akibat banjir yang melanda wilayah Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Kendari, Cornelius Padang, mengatakan banjir terjadi akibat luapan Kali Wanggu yang merendam wilayah Kelurahan Lepo-Lepo sejak Minggu pagi.
“Ada 126 Kepala Keluarga atau sekitar 317 orang yang terdampak banjir tersebar di empat RT,” ujar Cornelius Padang saat ditemui di Kendari, Minggu.
Ia menjelaskan banjir dengan ketinggian air mencapai sekitar 80 centimeter tersebut menyebabkan ratusan warga harus meninggalkan rumah mereka untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Menurut Cornelius, pemerintah telah menyiapkan empat tenda darurat untuk menampung warga terdampak. Tenda tersebut disediakan oleh Pemerintah Kota Kendari bersama Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tenggara. Selain itu, sebagian warga memilih mengungsi ke rumah kerabat atau keluarga mereka.
BPBD Kota Kendari juga telah menurunkan tim ke lokasi untuk memantau situasi sekaligus membantu proses evakuasi warga yang terdampak banjir.
“Semua warga dipastikan sudah mengungsi dan Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” katanya.
Selain merendam ratusan rumah warga, banjir juga dilaporkan menggenangi dua bangunan sekolah di kawasan tersebut.
Pemerintah Kota Kendari turut menyalurkan berbagai bantuan darurat bagi para korban banjir, mulai dari air bersih, makanan siap saji, hingga bantuan pakaian.
“Ini memastikan masyarakat di sekitar Kali Wanggu tertangani dengan baik,” jelas Cornelius.
Ia menambahkan banjir dipicu tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Kota Kendari dalam beberapa hari terakhir sehingga menyebabkan debit air Kali Wanggu meluap.
Karena kondisi cuaca masih berada pada musim hujan, BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan maupun cuaca ekstrem lainnya.
Sementara itu, Camat Baruga, Bustam, mengungkapkan jumlah warga terdampak terus mengalami peningkatan seiring curah hujan tinggi yang terjadi sejak Jumat malam.
“Hingga Sabtu siang, tercatat sebanyak 126 KK atau 317 jiwa yang terdampak di RT 4, 12, 13, dan 14. Data ini meningkat dari pendataan awal yang hanya 43 KK,” ujar Bustam.
DMS/AC










