Jakarta (DMS) – Makanan olahan seperti daging asap, hot dog, biskuit kemasan, serta minuman manis seperti soda, mungkin sering jadi pilihan praktis sehari-hari. Namun, studi terbaru mengingatkan bahwa jenis makanan ini dapat membawa ancaman serius bagi kesehatan.
Mengutip laporan dari Health yang dirilis pada Sabtu (19/7), makalah ilmiah dalam jurnal Nature Medicine menunjukkan bahwa konsumsi rutin makanan dan minuman olahan dapat meningkatkan risiko sejumlah penyakit kronis seperti diabetes tipe 2, kanker usus besar, dan penyakit jantung iskemik.
Dalam studi tersebut, konsumsi daging olahan mulai dari 0,6 hingga 57 gram per hari—setara dengan lima potong daging asap (bacon)—berkaitan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2 sebesar 11 persen dan kanker kolorektal sebesar 7 persen.
Lebih mengejutkan, satu hot dog per hari dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2 hingga 30 persen dan kanker usus besar sebesar 26 persen.
Tak hanya itu, mengonsumsi minuman manis seperti soda ukuran 12 ons (sekitar 390 ml) per hari dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 sebesar 8 persen serta memicu penyakit jantung iskemik. Sementara itu, asupan lemak trans dalam kisaran 0,25 hingga 2,5 persen dari total kalori harian berkontribusi pada peningkatan risiko penyakit jantung sebesar 3 persen.
Para peneliti menjelaskan, makanan olahan cenderung memicu peradangan dan stres oksidatif dalam tubuh, yang pada akhirnya merusak sel dan DNA. Kandungan tinggi natrium, lemak jenuh, serta senyawa karsinogenik dalam makanan jenis ini juga memperbesar risiko gangguan kesehatan.
Sedangkan minuman manis berkontribusi langsung terhadap obesitas, salah satu faktor utama penyebab penyakit jantung. Adapun lemak trans dalam makanan kemasan seperti kerupuk, pizza beku, dan biskuit dapat meningkatkan kolesterol jahat (LDL) serta menurunkan kolesterol baik (HDL).
Untuk menjaga kesehatan jangka panjang, para ahli menyarankan agar konsumsi makanan dan minuman olahan dibatasi hanya satu hingga dua kali sebulan. Sebagai gantinya, masyarakat dianjurkan untuk memperbanyak asupan makanan alami seperti buah-buahan, sayuran segar, biji-bijian utuh, ikan, unggas, dan kacang-kacangan.
Langkah sederhana ini bisa menjadi investasi besar untuk mencegah berbagai penyakit kronis yang mengintai dalam diam. DMS/AC











