Jakarta (DMS) – Sejumlah kebiasaan yang dilakukan pada sore hingga malam hari dapat memperburuk gejala psoriasis sekaligus menurunkan kualitas tidur penderitanya. Psoriasis merupakan penyakit kulit kronis yang ditandai dengan peradangan, kulit bersisik, serta rasa gatal yang kerap mengganggu kenyamanan saat beristirahat.
Laman kesehatan Eating Well melaporkan bahwa lebih dari 75 persen penderita psoriasis juga mengalami gangguan tidur. Kondisi ini dapat memicu lingkaran masalah yang saling berkaitan, karena kurang tidur berpotensi meningkatkan stres dan peradangan yang pada akhirnya memperburuk gejala psoriasis.
Ahli gizi Samaria Garrett menjelaskan bahwa rasa gatal dan ketidaknyamanan akibat psoriasis sering membuat penderita kesulitan tidur. Di sisi lain, kurang tidur dapat meningkatkan kerentanan tubuh terhadap stres dan peradangan.
Berikut tiga kebiasaan sore hingga malam hari yang sebaiknya dihindari oleh penderita psoriasis karena dapat memperburuk kondisi penyakit dan kualitas tidur:
1. Mengabaikan tingkat stres menjelang malam
Dokter spesialis kulit, Aleta Simmons, mengatakan bahwa stres memiliki hubungan erat dengan psoriasis. Stres dapat memicu kambuhnya gejala, sementara psoriasis sendiri dapat meningkatkan tekanan psikologis karena penderitanya harus terus mengelola kondisi penyakit yang bersifat kronis.
Menurut Simmons, kurang tidur akibat rasa gatal dapat meningkatkan tingkat stres. Kondisi tersebut kemudian memicu peradangan yang lebih besar dan memperburuk psoriasis, sehingga terbentuk siklus yang sulit diputus.
“Kita membutuhkan tidur yang cukup setiap malam sebagai bagian dari gaya hidup sehat serta untuk membantu pencegahan dan pengelolaan penyakit kronis seperti psoriasis,” ujarnya.
Untuk mengurangi stres menjelang tidur, penderita psoriasis disarankan melakukan aktivitas relaksasi seperti meditasi, membaca buku, mendengarkan musik yang menenangkan, atau latihan pernapasan ringan.
2. Tidak menggunakan pelembap setelah mandi
Menjaga kelembapan kulit merupakan langkah penting dalam pengelolaan psoriasis. Simmons menjelaskan bahwa penggunaan pelembap secara rutin dapat membantu mengurangi kulit kering, gatal, dan bersisik yang sering dialami penderita.
Pelembap bekerja dengan mengunci kadar air di dalam kulit sekaligus membantu memperbaiki lapisan pelindung alami kulit. Produk yang mengandung ceramide dinilai efektif untuk mendukung pemulihan fungsi pelindung tersebut.
Simmons menyarankan penggunaan pelembap setidaknya dua kali sehari, yakni setelah mandi dan sebelum tidur, agar kulit tetap terhidrasi dan rasa gatal dapat diminimalkan pada malam hari.
3. Mengonsumsi alkohol pada sore atau malam hari
Kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol menjelang malam juga dapat berdampak buruk bagi penderita psoriasis. Samaria Garrett mengatakan alkohol dapat meningkatkan peradangan dalam tubuh sehingga gejala psoriasis menjadi lebih sulit dikendalikan.
Selain itu, konsumsi alkohol juga dikaitkan dengan berkurangnya efektivitas pengobatan psoriasis. Tidak hanya itu, kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit lain, termasuk penyakit jantung, radang sendi, dan beberapa jenis kanker.
Mengurangi atau menghindari alkohol, terutama pada sore dan malam hari, dapat menjadi salah satu langkah untuk membantu mengendalikan gejala psoriasis sekaligus meningkatkan kualitas tidur.
Para ahli menekankan bahwa pengelolaan psoriasis tidak hanya bergantung pada pengobatan medis, tetapi juga pada pola hidup sehat, termasuk menjaga kualitas tidur, mengelola stres, merawat kelembapan kulit, dan menghindari kebiasaan yang dapat memicu peradangan.
DMS/AC











