Jakarta (DMS) – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan bahwa kebijakan pengalihan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) bertujuan agar pembangunan di daerah berjalan lebih efisien dan tepat sasaran.
Menurut Tito, hasil monitoring dan evaluasi Kemendagri menunjukkan masih ada sejumlah pemerintah daerah yang belum optimal mengelola anggaran. Karena itu, sebagian alokasi TKD dialihkan untuk program-program prioritas yang langsung dirasakan masyarakat.
“Kalau ada realisasi anggaran yang tidak efisien, itu dikurangi. Tapi banyak juga daerah yang sudah bagus dan jadi contoh,” ujar Tito di Jakarta, Senin (15/9).
Efisiensi ala Bupati Lahat
Tito mencontohkan Bupati Lahat, Bursah Zarnubi, yang berhasil menekan pos-pos anggaran non-urgent seperti perjalanan dinas, rapat, biaya perawatan berlebih, hingga konsumsi makan-minum. Dana hasil penghematan kemudian digunakan untuk membangun bendungan irigasi yang mampu mengairi sekitar 8.000 hektare sawah petani.
“Prinsip efisiensi itu terbukti bisa diterapkan daerah. Hasilnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” tegas Tito.
Fokus pada Program Prioritas
Mendagri menambahkan, pengalihan TKD diarahkan untuk mendukung program yang berdampak langsung, seperti jaring pengaman sosial, pendidikan, kesehatan, dan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Namun, Tito menekankan bahwa kapasitas fiskal setiap daerah berbeda-beda. Untuk itu, Kemendagri sudah melakukan kajian dan memberikan rekomendasi kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
“Daerah dengan PAD kuat seperti Jakarta atau Bandung tentu lebih siap melakukan penyesuaian. Tapi bagi daerah dengan PAD lemah, pengalihan tidak bisa dilakukan terlalu besar,” jelasnya.
Pesan untuk Pemda
Tito juga mengingatkan pemerintah daerah agar selalu mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi masyarakat sebelum menyusun kebijakan. Sosialisasi dengan melibatkan peran aktif masyarakat dinilai menjadi kunci.
“Kalau mayoritas masyarakat setuju, laksanakan secara maksimal. Tapi kalau mayoritas menolak, jangan dipaksakan,” pesannya.
Dengan langkah ini, pemerintah berharap kebijakan pengalihan TKD dapat memperkuat efektivitas pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan rakyat. DMS/AC











