Jakarta (DMS) – Perayaan Tahun Baru identik dengan pesta kembang api, tiupan terompet, dan momen berkumpul bersama keluarga. Tanggal 1 Januari kerap dimaknai sebagai awal baru untuk menyusun resolusi dan harapan. Namun, tidak semua negara di dunia menjadikan tanggal tersebut sebagai penanda pergantian tahun.
Perbedaan sistem kalender, tradisi budaya, hingga aturan keagamaan membuat sejumlah negara memiliki waktu dan cara tersendiri dalam merayakan Tahun Baru. Berikut beberapa negara yang tidak merayakan Tahun Baru pada 1 Januari.
China
Di China, perayaan Tahun Baru Masehi pada 1 Januari tidak menjadi tradisi utama. Meski sebagian generasi muda merayakannya secara sederhana, masyarakat secara umum lebih menantikan Tahun Baru Imlek atau Festival Musim Semi.
Perayaan Imlek menjadi momen terpenting, ditandai dengan mudik besar-besaran, dekorasi merah, pesta kembang api, pembagian angpao, serta jamuan keluarga. Perayaan berlangsung hingga 15 hari dan diakhiri dengan Festival Lentera.
Vietnam
Vietnam juga tidak menjadikan 1 Januari sebagai perayaan utama. Warga lebih menantikan Hari Raya Tết yang bertepatan dengan Tahun Baru Imlek.
Menjelang Tết, masyarakat membersihkan rumah, membeli pakaian baru, serta menghias rumah dengan bunga persik dan pohon kumquat. Perayaan berlangsung beberapa hari dengan tradisi penghormatan leluhur, makan bersama keluarga, dan pembagian amplop merah kepada anak-anak.
Ethiopia
Ethiopia menggunakan kalender nasional yang berbeda dari kalender Gregorian. Tahun Baru Ethiopia, Enkutatash, dirayakan setiap 11 atau 12 September.
Perayaan ini menandai berakhirnya musim hujan dan dimulainya musim semi. Warga merayakannya dengan bernyanyi, bertukar bunga, dan berkumpul bersama keluarga, sementara 1 Januari berlalu tanpa perayaan khusus.
Iran
Iran merayakan Tahun Baru Nowruz yang jatuh pada ekuinoks musim semi. Tradisi ini telah berlangsung lebih dari 3.000 tahun.
Keluarga melakukan pembersihan rumah dan menyiapkan meja Haft-sin yang berisi tujuh simbol keberuntungan. Perayaan Nowruz berlangsung selama 13 hari dan ditutup dengan tradisi piknik bersama di alam terbuka.
Arab Saudi
Arab Saudi menggunakan kalender Hijriah sebagai kalender resmi negara. Tahun Baru dirayakan pada 1 Muharram.
Perayaan Tahun Baru Masehi pada 1 Januari tidak menjadi tradisi dan dianggap tidak sesuai dengan ajaran Islam oleh sebagian besar masyarakat.
Brunei Darussalam
Brunei Darussalam juga tidak merayakan Tahun Baru 1 Januari secara terbuka. Pemerintah melarang perayaan Natal dan Tahun Baru di ruang publik guna menjaga nilai-nilai keislaman.
Aktivitas seperti pemasangan dekorasi, pesta, atau perayaan terbuka dinilai bertentangan dengan ajaran agama.
Keberagaman cara menyambut Tahun Baru ini mencerminkan perbedaan budaya, sejarah, dan keyakinan di berbagai belahan dunia.
DMS/AC











