Jakarta (DMS) – Dokter spesialis mata mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap perubahan penglihatan sebagai bagian normal dari proses penuaan. Sejumlah gejala awal katarak sering kali disalahartikan sebagai penurunan fungsi mata akibat bertambahnya usia, padahal deteksi dan penanganan dini sangat penting untuk mencegah gangguan penglihatan yang lebih serius.
Dikutip dari laman Hindustan Times pada Selasa, dokter spesialis mata di Dr Agarwal Eye Hospital Banashankari, Bengaluru, India, Dr. Swathi Deshpande menjelaskan bahwa katarak merupakan kondisi ketika lensa mata yang normalnya jernih menjadi keruh. Kondisi tersebut menghambat masuknya cahaya ke retina sehingga menyebabkan penglihatan menjadi kabur.
“Katarak terjadi ketika protein pada lensa mata mengalami kerusakan. Protein yang rusak tersebut membentuk bercak keruh yang menghalangi cahaya sehingga penglihatan menjadi buram,” ujar Dr. Swathi.
Menurutnya, katarak berkembang secara perlahan dan umumnya tidak menimbulkan rasa nyeri. Karena gejalanya mirip dengan penurunan kemampuan penglihatan akibat penuaan, banyak penderita terlambat menyadari kondisi tersebut dan baru memeriksakan diri ketika gangguan penglihatan semakin berat.
Dr. Swathi menyebutkan ada lima gejala awal katarak yang perlu diwaspadai, yaitu:
Penglihatan tampak buram atau berkabut
Gejala paling umum adalah pandangan yang terasa kurang tajam. Penderita sering merasa objek terlihat buram atau seolah tertutup lapisan kabut sehingga aktivitas sehari-hari menjadi lebih sulit.
Kesulitan melihat pada malam hari
Katarak dapat menurunkan kemampuan mata menangkap cahaya dalam kondisi minim penerangan. Akibatnya, aktivitas seperti mengemudi pada malam hari menjadi lebih menantang karena cahaya lampu terlihat lebih menyilaukan dan jarak sulit diperkirakan.
Warna terlihat pudar atau kekuningan
Kekeruhan pada lensa mata dapat memengaruhi persepsi warna. Warna-warna yang sebelumnya terlihat cerah menjadi tampak kusam, sementara warna putih dapat terlihat agak kekuningan.
Mata lebih sensitif terhadap cahaya
Penderita katarak sering mengalami silau berlebihan saat melihat cahaya terang, baik dari sinar matahari maupun lampu kendaraan. Pada beberapa kasus, kondisi ini juga dapat memicu sakit kepala.
Sering mengganti ukuran lensa kacamata
Perubahan ukuran lensa kacamata yang terjadi berulang dalam waktu singkat dapat menjadi salah satu tanda awal katarak. Kondisi ini menunjukkan adanya perubahan kemampuan fokus mata akibat kekeruhan lensa.
Selain mengenali gejalanya, masyarakat juga perlu memahami faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko katarak. Dr. Swathi menjelaskan bahwa usia merupakan faktor risiko terbesar, dengan sebagian besar kasus ditemukan pada individu berusia di atas 60 tahun.
Meski demikian, sejumlah faktor lain juga dapat mempercepat terbentuknya katarak, antara lain paparan radiasi ultraviolet dalam jangka panjang, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol berlebihan, penggunaan obat steroid dalam waktu lama, serta riwayat katarak dalam keluarga.
Untuk itu, Dr. Swathi menyarankan masyarakat melakukan pemeriksaan mata secara rutin mulai usia 40 tahun, meskipun belum mengalami gangguan penglihatan yang berarti.
“Pemeriksaan mata setidaknya dilakukan setiap dua tahun sekali. Diagnosis dini penting untuk mempertahankan fungsi penglihatan sekaligus meningkatkan keberhasilan operasi dan proses pemulihan bila tindakan diperlukan,” ujarnya.
Pemeriksaan mata secara berkala dinilai menjadi langkah penting untuk mendeteksi katarak sejak dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan risiko penurunan kualitas penglihatan dapat diminimalkan.
DMS/AC











