Masohi, Maluku Tengah (DMS) – Menyikapi bentrokan antarkelompok warga di Negeri Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Senin (5/1/2026), Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir memastikan pemerintah daerah berupaya maksimal menyelesaikan persoalan tersebut hingga tuntas.
Hal itu disampaikan Zulkarnain usai memimpin apel bersama seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kantor Bupati Maluku Tengah. Kepada wartawan, ia menegaskan bahwa pemerintah kabupaten akan mengambil langkah-langkah konkret guna mengakhiri konflik yang terjadi di wilayah pemerintahannya.
“Pemerintah daerah tidak akan tinggal diam. Kami berkomitmen menyelesaikan persoalan di Negeri Liang secara tuntas dan seadil-adilnya bagi semua pihak,” tegas Zulkarnain.
Menurut bupati, bentrokan di Negeri Liang mendapat perhatian serius dari berbagai pihak, mulai dari Gubernur Maluku, Kapolda Maluku, Pangdam XV/Pattimura, hingga dirinya selaku bupati. Seluruh unsur pimpinan daerah tersebut turun langsung ke lokasi untuk memastikan konflik segera dihentikan.
“Semua unsur pimpinan daerah sudah turun langsung ke lapangan. Ini menunjukkan bahwa persoalan ini menjadi perhatian bersama dan harus segera diselesaikan,” ujarnya.
Dikatakan bupati, Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah akan melakukan rekonsiliasi dengan mempertemukan seluruh pihak untuk duduk bersama menyelesaikan persoalan yang terjadi, dengan pendekatan yang lebih persuasif tanpa kekerasan.
“Kami akan mengedepankan rekonsiliasi. Semua pihak akan kami pertemukan untuk duduk bersama, mencari solusi tanpa kekerasan,” kata Zulkarnain.
Ia menilai, penggunaan kekerasan justru akan memperkeruh situasi. Selain menimbulkan korban jiwa, bentrokan juga berdampak pada kerusakan rumah dan harta benda warga.
“Kekerasan hanya akan menambah penderitaan masyarakat. Yang dirugikan adalah warga sendiri,” tambahnya.
Oleh karena itu, pemerintah berkewajiban memastikan konflik ini segera diakhiri dan mencari solusi terbaik antarwarga, karena sejatinya masyarakat Liang memiliki hubungan persaudaraan yang erat.
“Warga Liang pada dasarnya bersaudara. Kita harus menjaga persatuan dan tidak membiarkan konflik merusak hubungan kekeluargaan yang sudah terjalin lama,” tegas bupati.
Sebelumnya, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa juga meminta warga Negeri Liang untuk menahan diri dan tidak memperuncing persoalan pascabentrok antarkelompok warga. Ia menegaskan, konflik berkepanjangan hanya akan merugikan masyarakat sendiri.
“Saya mengimbau seluruh warga untuk menahan diri. Jangan ada lagi tindakan yang justru memperbesar masalah, karena yang dirugikan adalah masyarakat sendiri,” ujar Hendrik.
Pernyataan tersebut disampaikan Hendrik saat bersama Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto, Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo, serta Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir meninjau langsung lokasi bentrokan, Senin (5/1/2026).DMS











