Jakarta (DMS) – Mohammad Boroujerdi, Duta Besar Iran untuk Indonesia, menyatakan kesiapan negaranya membantu Indonesia memperkuat ketahanan pangan dan energi, dua prioritas utama dalam visi Astacita pemerintahan Prabowo Subianto.
Dalam wawancara di Jakarta, Jumat, Boroujerdi menegaskan perusahaan-perusahaan Iran siap terlibat dalam kolaborasi konkret di kedua sektor tersebut.
Ia menyebut hampir 76 tahun hubungan diplomatik Iran dan Indonesia telah mempererat kerja sama di bidang politik, budaya, agama, hingga ekonomi. Namun, menurutnya, potensi kemitraan kedua negara masih sangat besar untuk terus dikembangkan.
Pemerintahan Presiden Prabowo mengusung Astacita sebagai delapan visi strategis pembangunan nasional, termasuk memperkuat kemandirian melalui ketahanan pangan dan energi. Iran, kata Boroujerdi, memiliki pengalaman dan sumber daya yang dapat dibagikan untuk mendukung agenda tersebut.
Di sektor pangan, Iran telah membuka jalur diskusi dengan sejumlah perusahaan Indonesia guna membangun skema kerja sama yang saling menguntungkan. Beberapa produk seperti susu, buah-buahan, dan makanan olahan Iran disebut siap masuk pasar Indonesia melalui mitra lokal.
Sementara di bidang energi, Iran menawarkan kerja sama tidak hanya pada sektor minyak dan gas, tetapi juga energi baru dan terbarukan. Negosiasi teknis antara perusahaan kedua negara saat ini masih berlangsung untuk mematangkan pola kemitraan.
Boroujerdi juga menyebut peluang ekspansi bagi perusahaan Indonesia ke pasar Iran, terutama untuk komoditas kopi, cokelat, dan produk lainnya.
“Kami berharap pembicaraan ini segera membuahkan hasil sehingga kerja sama nyata dapat terwujud,” ujarnya.
DMS/AC











