Jakarta (DMS) – Kapten Borussia Dortmund, Julian Brandt, menyebut efektivitas eksekusi bola mati menjadi faktor penentu kemenangan 4-0 atas FSV Mainz 05 dalam lanjutan Liga Jerman 2025/2026 di Stadion Signal Iduna Park, Sabtu dini hari WIB.
Menurut Brandt, kontribusi para eksekutor dan pemain target dalam situasi tendangan sudut berjalan optimal sehingga membuka ruang permainan tim.
Bek sayap Julian Ryerson tampil krusial sebagai algojo bola mati. Ia mencatatkan tiga assist dari situasi tersebut serta satu assist tambahan, yang berbuah dua gol Serhou Guirassy serta masing-masing satu gol dari Maximilian Beier dan Ramy Bensebaini.
Total empat assist di laga ini membuat Ryerson telah mengoleksi enam assist dalam tiga pertandingan terakhir dan 11 assist sepanjang musim. Catatan tersebut hanya kalah dari Michael Olise yang telah membukukan 16 assist di Bundesliga musim ini.
Dortmund juga tercatat selalu mencetak gol dari sepak pojok dalam empat laga terakhir. Sembilan dari 13 gol terakhir mereka lahir melalui skema bola mati, menegaskan kekuatan BVB dalam memanfaatkan situasi tersebut.
Brandt mengakui timnya memang memberi perhatian khusus pada pengembangan variasi bola mati setelah paruh pertama musim, dan hasilnya mulai terlihat signifikan.
Dalam pertandingan itu, Guirassy mencetak dua gol pada menit ke-10 dan 42, Beier menambah gol pada menit ke-15, serta Bensebaini menutup kemenangan di menit ke-84.
Kemenangan tersebut membawa Dortmund tetap di peringkat kedua klasemen sementara dengan 51 poin dari 22 laga, hanya terpaut tiga angka dari pemuncak klasemen, Bayern Munich. Sementara Mainz tertahan di posisi ke-14 dengan 21 poin dan harus mengakhiri tren tiga kemenangan beruntun mereka.











