Mataram (DMS) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi banjir rob yang diperkirakan melanda wilayah pesisir Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 14–19 Februari 2026.
Kepala Stasiun Meteorologi BMKG NTB, Satria Topan Primadi, mengatakan pasang maksimum air laut berpotensi terjadi pada malam hari dan dapat memicu genangan di sejumlah kawasan pesisir.
BMKG memprakirakan cuaca di perairan Lembar dan Sape didominasi kondisi berawan hingga hujan sedang, dengan arah angin barat daya hingga barat laut. Kecepatan angin berkisar 5–20 knot dan tinggi gelombang diperkirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter.
Di perairan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, pasang maksimum diprediksi mencapai 1,8 meter pada pukul 22.00–23.00 WITA. Sementara di Sape, Kabupaten Bima, ketinggian pasang juga berpotensi menyentuh 1,8 meter pada pukul 21.00–24.00 WITA.
Sejumlah wilayah di Pulau Lombok yang berpotensi terdampak antara lain Ampenan, Sekarbela, Gerung, Lembar, Pemenang, Jerowaru, dan Labuhan Lombok. Sedangkan di Pulau Sumbawa meliputi pesisir Kabupaten Sumbawa, Labuhan Badas, Palibelo, Woha, Bolo, Langgudu, Soromandi, Sape, Rasanae Barat, Hu’u, hingga Asakota.
BMKG mengimbau masyarakat yang bermukim di pesisir, bantaran sungai, dan dataran rendah agar meningkatkan kewaspadaan serta memantau perkembangan informasi cuaca guna mengantisipasi dampak banjir rob.
DMS/AC











