Jakarta (DMS) – Argentina akan menghadapi Tanjung Verde pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Miami Stadium, Florida, Amerika Serikat, Sabtu pukul 05.00 WIB. Pertandingan ini menghadirkan pertanyaan menarik, apakah Tanjung Verde mampu menciptakan kejutan besar seperti yang pernah dilakukan Arab Saudi di Piala Dunia 2022, atau justru Lionel Messi kembali menunjukkan kejeniusannya untuk membawa Argentina melaju ke babak berikutnya.
Empat tahun lalu, Arab Saudi yang berada di luar 50 besar peringkat FIFA secara mengejutkan mengalahkan Argentina 2-1 pada fase grup Piala Dunia Qatar 2022. Kekalahan tersebut mengakhiri rekor 36 pertandingan tanpa kalah yang dibukukan Albiceleste sejak 2019.
Kini, Argentina kembali menghadapi tim dengan status underdog. Tanjung Verde yang menempati peringkat ke-64 dunia datang ke fase gugur dengan kepercayaan diri tinggi setelah mencatat penampilan impresif sepanjang babak grup.
Pelatih Argentina Lionel Scaloni menegaskan timnya tidak akan meremehkan lawan. Menurut dia, Tanjung Verde telah membuktikan kualitasnya dengan tampil konsisten dan tidak terkalahkan selama fase grup.
“Ini tim yang tak pernah kalah,” ujar Scaloni.
Peringatan tersebut bukan tanpa alasan. Dalam debutnya di Piala Dunia, Tanjung Verde sukses menahan imbang juara dunia Spanyol, mantan juara dunia Uruguay, serta Arab Saudi. Hasil itu membuat negara kepulauan kecil di Afrika Barat tersebut menjadi salah satu kisah paling menarik dalam turnamen tahun ini.
Keberhasilan tersebut semakin meningkatkan rasa percaya diri seluruh elemen tim. Negara yang berpenduduk sekitar 500 ribu jiwa itu kini percaya mampu bersaing dengan siapa pun, termasuk menghadapi juara bertahan dunia.
Presiden Tanjung Verde, Jose Maria Neves, bahkan secara terbuka menyatakan keyakinannya bahwa tim nasional negaranya mampu menumbangkan Argentina.
“Saya kira Tanjung Verde bisa mengalahkan Argentina 1-0,” kata Neves dalam wawancara dengan BBC menjelang pertandingan.
Optimisme serupa juga disampaikan pelatih Pedro Leitao Brito atau yang lebih dikenal dengan nama Bubista. Menurutnya, tidak ada yang mustahil bagi tim yang telah melampaui berbagai ekspektasi sejak awal turnamen.
Bukan sekadar bertahan
Keberhasilan Tanjung Verde mencapai fase gugur tidak hanya ditopang pertahanan yang solid. Tim berjuluk The Blue Sharks itu juga menunjukkan kemampuan menyerang yang cukup efektif saat menghadapi lawan-lawan yang secara kualitas lebih unggul.
Ketika menghadapi Spanyol, mereka mampu menahan gempuran tim yang memiliki nilai expected goals (xG) tertinggi di turnamen. La Roja menciptakan 27 tembakan, termasuk 16 peluang dari dalam kotak penalti, namun gagal meraih kemenangan.
Setelah hasil positif tersebut, Tanjung Verde tampil lebih berani saat menghadapi Uruguay dan Arab Saudi. Meski kembali bermain imbang, mereka mampu menunjukkan bahwa kekuatannya tidak hanya terletak pada pertahanan rapat.
Secara statistik, produktivitas serangan Tanjung Verde bahkan tidak terpaut jauh dari Argentina. Albiceleste mencatat 35 peluang sepanjang fase grup, sedangkan Tanjung Verde menghasilkan 33 peluang.
Memang terdapat perbedaan dalam efektivitas penyelesaian akhir. Argentina mencatat 15 tembakan tepat sasaran, sementara Tanjung Verde hanya tujuh. Namun bagi tim yang baru pertama kali tampil di Piala Dunia, angka tersebut tetap menjadi pencapaian yang mengesankan.
Dalam menciptakan ancaman dari dalam kotak penalti lawan, jarak kedua tim juga tidak terlalu lebar. Argentina mencatat 20 peluang dari area berbahaya tersebut, sedangkan Tanjung Verde menghasilkan 15 peluang.
Data itu menunjukkan Tanjung Verde bukan sekadar tim yang mengandalkan blok pertahanan rendah. Mereka juga memiliki kemampuan menyerang yang cukup untuk merepotkan lawan dan mengubah jalannya pertandingan.
Disiplin tinggi, kerja sama tim yang solid, serta kemampuan menjaga ketenangan saat berada di bawah tekanan menjadi kekuatan utama yang membuat Spanyol dan Uruguay kesulitan membongkar pertahanan mereka.
Faktor Lionel Messi
Meski demikian, Argentina memiliki keunggulan yang tidak dimiliki lawan-lawan Tanjung Verde sebelumnya, yakni sosok Lionel Messi.
Kapten Albiceleste itu dinilai sebagai pembeda yang mampu mengubah jalannya pertandingan dalam situasi paling sulit sekalipun. Ketika tim mengalami kebuntuan, Messi kerap menemukan solusi melalui kreativitas, visi bermain, dan kecerdasan taktis yang sulit ditandingi pemain lain.
Tanjung Verde mungkin berhasil membuat frustrasi Spanyol dan Uruguay. Namun Argentina datang dengan modal berbeda karena memiliki pemain yang mampu menciptakan peluang dari ruang sempit dan memecahkan pertahanan rapat melalui keputusan-keputusan yang sering kali tidak terduga.
Kemampuan Messi membaca permainan, mengatur ritme serangan, hingga menciptakan peluang dalam hitungan detik menjadikannya ancaman terbesar bagi pertahanan Tanjung Verde. Sejumlah gol penting yang ia cetak sepanjang karier menjadi bukti bagaimana dirinya mampu memecahkan kebuntuan melalui aksi-aksi brilian.
Meski demikian, Argentina tetap harus waspada. Tanjung Verde telah menunjukkan bahwa mereka bukan peserta pelengkap dan memiliki mentalitas untuk menghadapi tim mana pun tanpa rasa takut.
Pertandingan ini berpotensi menjadi duel menarik antara kisah kejutan terbesar Piala Dunia 2026 dan salah satu pemain terbaik sepanjang masa. Jika Tanjung Verde kembali mampu mempertahankan disiplin permainan seperti saat menghadapi Spanyol, mereka bisa menciptakan kejutan lain. Namun jika Messi menemukan ruang untuk menunjukkan magisnya, Argentina berpeluang besar melangkah ke babak 16 besar.











