Jakarta (DMS) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan banjir di Ibu Kota semakin meluas. Hingga Minggu pukul 08.00 WIB, tercatat sebanyak 75 rukun tetangga (RT) dan 19 ruas jalan di Jakarta terendam banjir akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu (7/3).
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan mengatakan hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Jakarta dan daerah sekitarnya menyebabkan genangan di sejumlah wilayah.
“Hujan deras yang melanda wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya pada Sabtu hingga Minggu menyebabkan banjir di DKI Jakarta,” kata Yohan dalam keterangannya, Minggu.
BPBD DKI Jakarta telah melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi dampak banjir di sejumlah titik terdampak. Berdasarkan data terbaru, genangan air merendam 75 RT yang tersebar di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur.
Yohan menjelaskan ketinggian air di lokasi banjir bervariasi, mulai dari 20 sentimeter hingga mencapai 1,7 meter.
“Ada tiga RT di Kelurahan Cipete Utara dan satu RT di Kelurahan Pela Mampang yang terendam banjir sampai 1,7 meter,” ujarnya.
Wilayah Terdampak
Di Jakarta Barat, banjir merendam 22 RT yang tersebar di beberapa kelurahan, yaitu:
Kelurahan Kedaung Kali Angke: 4 RT dengan ketinggian air 60–70 cm
Kelurahan Kedoya Selatan: 4 RT dengan ketinggian air sekitar 30 cm
Kelurahan Kedoya Utara: 4 RT dengan ketinggian air sekitar 20 cm
Kelurahan Sukabumi Selatan: 2 RT dengan ketinggian air hingga 100 cm
Kelurahan Joglo: 1 RT dengan ketinggian air sekitar 65 cm
Kelurahan Kembangan Selatan: 5 RT dengan ketinggian air 40–50 cm
Kelurahan Kembangan Utara: 2 RT dengan ketinggian air sekitar 60 cm
Sementara di Jakarta Selatan terdapat 22 RT yang terdampak, meliputi:
Kelurahan Cilandak Barat: 1 RT dengan ketinggian air sekitar 120 cm
Kelurahan Cipete Utara: 3 RT dengan ketinggian air hingga 170 cm
Kelurahan Petogogan: 12 RT dengan ketinggian air sekitar 20 cm
Kelurahan Pela Mampang: 1 RT dengan ketinggian air mencapai 170 cm
Kelurahan Duren Tiga: 3 RT dengan ketinggian air 60–100 cm
Kelurahan Cilandak Timur: 2 RT dengan ketinggian air sekitar 120 cm
Adapun di Jakarta Timur terdapat 31 RT yang terendam banjir, yaitu:
Kelurahan Halim Kampung Melayu: 19 RT dengan ketinggian air sekitar 130 cm
Kelurahan Halim Perdana Kusuma: 12 RT dengan ketinggian air 25–70 cm
Ruas Jalan Tergenang
Selain permukiman warga, banjir juga menggenangi 19 ruas jalan dengan ketinggian air berkisar antara 10 hingga 120 cm, yaitu:
Jalan Srengseng Raya, Kelurahan Srengseng
Jalan Daan Mogot KM 13, Kelurahan Rawa Buaya
Jalan Perumahan Green Garden (MCD), Kelurahan Kedoya Utara
Jalan Meruya Selatan, Kelurahan Meruya Selatan
Jalan Daan Mogot (Depan Victoria), Kelurahan Cengkareng Timur
Jalan Daan Mogot Halte Taman Kota, Kelurahan Kedaung Kali Angke
Jalan Kapten Pierre Tendean, Kelurahan Kuningan Barat
Jalan Cileduk Raya (Seskoal), Kelurahan Cipulir
Jalan Cileduk Raya (Kolong ITC), Kelurahan Cipulir
Jalan Cileduk Raya (Pom Bensin Shell), Kelurahan Ulujami
Jalan Bintaro Permai Raya (H. Gari), Kelurahan Pesanggrahan
Jalan Beo, Kelurahan Pesanggrahan
Jalan Swadarma Raya, Kelurahan Ulujami
Jalan Puri Kembangan (Depan SMK Budi Murni), Kelurahan Kedoya Selatan
Jalan Kramat Raya, Kelurahan Tugu Utara
Jalan Rawa Indah RT 003 RW 003, Kelurahan Pegangsaan Dua
Jalan Karet Pasar Baru Barat I, Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jalan Petamburan II, Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jalan Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Upaya Penanganan
BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel untuk memantau kondisi banjir di berbagai wilayah. Selain itu, BPBD juga berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) untuk melakukan penyedotan genangan serta memastikan saluran air berfungsi dengan baik.
BPBD juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi genangan yang masih mungkin terjadi.
“Kami mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan. Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam nonstop,” kata Yohan.











