Elpaputih, Seram Bagian Barat (DMS) – Semangat pelayanan tidak menyurutkan langkah Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Cabang Nehemia Ranting Benteng untuk menjangkau Desa Ahiolo, Kecamatan Elpaputih, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).
Meski harus melewati jalan berlumpur, licin, dan rusak, para pemuda tetap menempuh perjalanan ekstrem demi melaksanakan kegiatan koinonia bersama AMGPM Ranting Sola Gratia Ahiolo.
Kondisi jalan menuju Desa Ahiolo hingga kini masih menjadi persoalan serius bagi masyarakat setempat. Akses yang sulit dilalui, terutama saat musim hujan, tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat yang menggantungkan hidup dari hasil pertanian dan hasil hutan.
Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh rombongan AMGPM Ranting Benteng saat melaksanakan kegiatan koinonia pada 29 hingga 31 Mei 2026. Untuk mencapai desa tersebut, para peserta harus berjalan kaki menembus jalan berlumpur sejauh beberapa kilometer dari jalan utama.
Pendeta Fin Tanipan yang mendampingi rombongan mengaku prihatin dengan kondisi infrastruktur jalan menuju Desa Ahiolo. Menurutnya, persoalan tersebut telah lama dihadapi masyarakat dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah.
“Kondisi jalan menuju Desa Ahiolo sangat memprihatinkan. Masyarakat sudah cukup lama menghadapi kesulitan akibat minimnya akses jalan yang layak. Karena itu, kami berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian serius terhadap kebutuhan infrastruktur di wilayah ini,” ujar Tanipan.
Ia menegaskan, pembangunan jalan yang memadai akan memberikan dampak besar bagi kehidupan masyarakat, mulai dari kemudahan mobilitas hingga peningkatan kesejahteraan warga.
“Jika akses jalan diperbaiki, tentu akan mempermudah aktivitas masyarakat sekaligus membuka peluang yang lebih besar bagi peningkatan ekonomi dan kesejahteraan warga Desa Ahiolo,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Ris Taihutu. Ia menilai keberadaan infrastruktur jalan yang layak merupakan kebutuhan mendasar bagi masyarakat, terutama untuk mendukung aktivitas ekonomi dan distribusi hasil perkebunan.
“Jalan yang baik sangat dibutuhkan masyarakat. Selama ini warga mengalami kesulitan mengangkut hasil kebun dan hasil hutan karena akses transportasi yang terbatas,”kata Taihutu.
Menurutnya, keterbatasan akses jalan membuat masyarakat harus mencari alternatif lain untuk mengangkut hasil produksi mereka. Bahkan, hingga kini warga masih memanfaatkan rakit untuk mengirim hasil perkebunan seperti kopra.
“Untuk mengangkut hasil kebun seperti kopra, masyarakat masih mengandalkan rakit. Kondisi ini tentu membutuhkan perhatian agar aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan lebih baik,” ujarnya.
Taihutu berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata dalam memperbaiki infrastruktur jalan menuju Desa Ahiolo agar mobilitas masyarakat menjadi lebih mudah dan roda perekonomian desa dapat berkembang.
Di tengah berbagai keterbatasan tersebut, kegiatan koinonia yang dilaksanakan AMGPM Cabang Nehemia Ranting Benteng bersama AMGPM Ranting Sola Gratia Ahiolo tetap berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan. Berbagai kegiatan dilakukan selama tiga hari, mulai dari kerja bakti, pembangunan fasilitas gereja, senam bersama, hingga pembinaan dan pengembangan kapasitas pemuda terkait makna persekutuan serta pelayanan gerejawi.
Bagi para peserta, perjalanan menuju Desa Ahiolo bukan sekadar bagian dari agenda pelayanan, melainkan pengalaman berharga yang membuka wawasan mengenai kondisi masyarakat di daerah terpencil. Mereka menyaksikan secara langsung berbagai tantangan yang dihadapi warga, khususnya terkait akses transportasi dan pembangunan infrastruktur.
Pengalaman tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian sosial, memperkuat solidaritas, serta mendorong lahirnya perhatian yang lebih besar terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah-wilayah yang masih menghadapi keterbatasan pembangunan.
Masyarakat Desa Ahiolo pun berharap perbaikan akses jalan segera menjadi prioritas pemerintah daerah. Infrastruktur yang memadai diyakini akan memperlancar distribusi hasil pertanian, meningkatkan aktivitas ekonomi, memperluas akses pelayanan dasar, serta mempercepat pembangunan di desa yang memiliki potensi sumber daya alam yang cukup besar tersebut.
DMS











