Jakarta (DMS) – Presiden Prabowo Subianto meninjau pelaksanaan Sekolah Rakyat Menengah Pertama 17 Tabanan, Bali, pada Minggu. Kunjungan tersebut disambut meriah oleh para siswa yang menampilkan yel-yel sekolah serta tarian kecak khas Bali.
Berdasarkan siaran daring yang dipantau dari Jakarta, Presiden Prabowo tiba di Sekolah Rakyat Menengah Pertama 17 Tabanan sekitar pukul 10.48 WIB. Setibanya di lokasi, kepala negara disambut para siswa berseragam yang meneriakkan yel-yel Sekolah Rakyat sebagai bentuk penghormatan dan antusiasme atas kunjungannya.
Suasana penyambutan kemudian dilanjutkan dengan penampilan tarian kecak yang dibawakan oleh para siswa. Presiden tampak menyaksikan pertunjukan tersebut sejenak sebelum melanjutkan agenda kunjungan ke dalam area sekolah.
Dalam peninjauan itu, Presiden juga disambut oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang turut mendampingi kegiatan di Sekolah Rakyat Menengah Pertama 17 Tabanan.
Setelah memasuki aula sekolah, Presiden mendengarkan langsung sejumlah cerita dan pengalaman para siswa yang menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat. Salah satu yang mendapat kesempatan berbicara adalah seorang siswa bernama Gede Bagus Abimanyu.
Di hadapan Presiden, Gede Bagus Abimanyu menceritakan pengalaman pribadinya sebagai korban perundungan sebelum akhirnya memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat. Ia menyampaikan tekadnya untuk ikut menghapus praktik perundungan di lingkungan pendidikan sekaligus mengucapkan terima kasih kepada Presiden atas inisiatif menghadirkan program Sekolah Rakyat.
Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan yang diinisiasi pemerintah untuk memberikan akses pendidikan gratis bagi anak-anak yang berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Program tersebut ditujukan untuk menjangkau peserta didik dari kelompok Desil 1 dan Desil 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yang termasuk dalam kategori masyarakat rentan.
Melalui program tersebut, pemerintah berupaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak yang menghadapi keterbatasan ekonomi sehingga mereka tetap dapat melanjutkan sekolah dan memperoleh layanan pendidikan yang layak.
Sekolah Rakyat juga menjadi salah satu program prioritas pemerintah yang dirancang untuk membantu menekan angka putus sekolah sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan nasional melalui penyediaan pendidikan gratis bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan.
DMS/AC











