Istanbul (DMS) – Sebuah pesawat yang digunakan untuk kegiatan terjun payung dilaporkan jatuh di dekat Bandara Butler Memorial, Negara Bagian Missouri, Amerika Serikat. Kecelakaan tersebut menewaskan seluruh 12 orang yang berada di dalam pesawat, menurut keterangan otoritas setempat pada Minggu.
Otoritas Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) menyatakan pesawat yang mengalami kecelakaan tersebut merupakan jenis Pacific Aerospace P750 yang biasa digunakan untuk aktivitas penerjunan payung.
Berdasarkan informasi awal, pesawat jatuh sekitar pukul 16.35 GMT atau 23.35 WIB saat berupaya lepas landas dari Bandara Butler Memorial.
FAA menjelaskan bahwa pada saat insiden terjadi, pesawat tersebut tidak berada dalam layanan pengendalian lalu lintas udara sehingga tidak mendapatkan panduan langsung dari petugas menara pengawas.
Sheriff Bates County, Chad Anderson, mengatakan pihak berwenang menangani peristiwa tersebut sebagai insiden dengan jumlah korban jiwa yang besar atau mass casualty incident.
“Pesawat tersebut lepas landas, dan pada suatu titik kemudian terjatuh,” kata Anderson.
Ia menambahkan bahwa kawasan bandara serta sejumlah ruas jalan di sekitar lokasi kemungkinan akan ditutup setidaknya selama dua hari guna mendukung proses penyelidikan dan pengumpulan bukti oleh tim investigasi.
Anderson juga menegaskan kepada masyarakat bahwa tidak ada indikasi unsur terorisme maupun tindak kriminal dalam peristiwa tersebut.
“Hal ini kemungkinan merupakan sebuah kecelakaan,” ujarnya.
Meski pihak sheriff tidak mengungkapkan jumlah korban secara rinci dan hanya menyebut terdapat kurang dari 20 korban di dalam pesawat, FAA memastikan bahwa total penumpang dan awak yang berada di dalam pesawat berjumlah 12 orang.
Seluruh korban dilaporkan meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut.
Untuk mengungkap penyebab pasti insiden, Badan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat atau National Transportation Safety Board (NTSB) akan memimpin penyelidikan secara menyeluruh.
Tim penyelidik diperkirakan akan memeriksa kondisi pesawat, riwayat perawatan, faktor cuaca, serta berbagai aspek teknis dan operasional lainnya guna menentukan penyebab jatuhnya pesawat penerjun payung tersebut.
Hingga kini, otoritas setempat masih melakukan pengamanan lokasi dan proses identifikasi korban, sementara hasil resmi penyelidikan masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut dari NTSB.
DMS/AC











