Jakarta (DMS) – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan hingga saat ini tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang dilaporkan menjadi korban gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Mindanao, Filipina selatan, pada Senin pagi waktu setempat.
Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah mengatakan pihaknya bersama Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Davao terus memantau perkembangan situasi pascagempa, termasuk kondisi WNI dan pekerja migran Indonesia yang berada di wilayah terdampak.
“Sejauh ini, belum terdapat informasi adanya WNI atau pekerja migran Indonesia terdampak dalam gempa tersebut,” kata Heni dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin.
Menurut Heni, pemantauan tidak hanya dilakukan di Filipina, tetapi juga di Malaysia bagian timur karena getaran gempa turut dirasakan di sejumlah wilayah Sabah. Untuk itu, perwakilan RI di Malaysia juga terus berkoordinasi dan memantau perkembangan situasi di lapangan.
Langkah tersebut dilakukan sejalan dengan imbauan yang telah dikeluarkan pemerintah negara bagian Sabah setelah gempa kuat yang berpusat di Filipina selatan tersebut.
Kemlu RI mengimbau seluruh WNI dan pekerja migran Indonesia yang berada di wilayah terdampak maupun daerah sekitar untuk tetap waspada serta terus mengikuti informasi resmi yang dikeluarkan otoritas setempat.
“Diimbau kepada seluruh WNI atau pekerja migran Indonesia agar memantau terus perkembangan situasi lebih lanjut,” ujar Heni.
Sebagai langkah antisipasi, Kemlu RI juga menginformasikan nomor kontak perwakilan Indonesia yang dapat dihubungi apabila diperlukan. WNI di Filipina dapat menghubungi KJRI Davao melalui nomor +63-966-2455-472. Sementara WNI yang berada di Malaysia dapat menghubungi KJRI Kota Kinabalu di nomor +60-146-060-067 atau Konsulat RI di Tawau melalui nomor +60-198-228-800.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 tersebut terdeteksi terjadi pada kedalaman sekitar 50 kilometer pada Senin pagi pukul 07.37 waktu setempat. Berdasarkan data yang dihimpun, episentrum gempa berada pada koordinat 5,80 derajat Lintang Utara dan 125,14 derajat Bujur Timur.
Lokasi pusat gempa tercatat sekitar 58 kilometer dari Kota General Santos, Filipina, yang memiliki populasi sekitar 679 ribu jiwa. Selain itu, pusat gempa berada sekitar 244 kilometer di sebelah barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, Indonesia.
Getaran gempa dilaporkan dirasakan di sejumlah wilayah Sabah, Malaysia, termasuk Tawau dan Semporna. Sementara di Indonesia, guncangan terasa di beberapa daerah di Maluku Utara, Sulawesi Utara, dan Gorontalo.
Menyusul gempa tersebut, pemerintah Indonesia, Malaysia, dan Jepang turut mengeluarkan peringatan dini tsunami sebagai langkah kewaspadaan terhadap potensi dampak yang dapat ditimbulkan di wilayah pesisir masing-masing.
DMS/AC











