Jakarta (DMS) – Tim gabungan mengevakuasi sebanyak 150 penumpang KM Makmur Jaya yang mengalami gangguan mesin saat berlayar di perairan sebelah barat Pulau Pari, Kepulauan Seribu Selatan, pada Minggu pagi. Seluruh penumpang berhasil diselamatkan dan dievakuasi dalam kondisi selamat sebelum melanjutkan perjalanan menuju Pulau Pramuka.
Kepala Pelaksana BPBD Kepulauan Seribu Mansyah mengatakan proses evakuasi berlangsung lancar berkat koordinasi seluruh unsur yang terlibat serta dukungan masyarakat setempat.
“Proses evakuasi berjalan lancar berkat koordinasi seluruh unsur yang terlibat serta dukungan warga setempat,” kata Mansyah di Jakarta, Minggu.
Menurut dia, tim gabungan langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan mengenai kapal yang mengalami gangguan di tengah pelayaran. Prioritas utama dalam penanganan tersebut adalah memastikan keselamatan seluruh penumpang.
“Alhamdulillah, seluruh 150 penumpang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan mendapatkan pemeriksaan kesehatan setelah tiba di Pulau Pari,” ujarnya.
Setelah menjalani pemeriksaan kesehatan, para penumpang kemudian diberangkatkan kembali menuju tujuan akhir mereka di Pulau Pramuka menggunakan kapal milik BPBD.
“Keselamatan penumpang menjadi prioritas utama. Setelah dipastikan seluruh penumpang dalam kondisi baik, mereka kami fasilitasi untuk melanjutkan perjalanan menuju Pulau Pramuka,” katanya.
Mansyah menambahkan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian materi akibat gangguan yang dialami kapal diperkirakan mencapai sekitar Rp50 juta. Hingga kini, KM Makmur Jaya masih dalam penanganan lebih lanjut oleh pihak terkait.
Kronologi Kejadian
KM Makmur Jaya yang merupakan kapal angkutan penumpang berkapasitas 51 Gross Ton (GT) berangkat dari Pelabuhan Kali Adem, Jakarta Utara, menuju Pulau Pramuka pada pukul 08.15 WIB.
Namun, sekitar pukul 09.55 WIB saat kapal berada di perairan barat Pulau Pari, mesin kapal mengalami gangguan akibat sistem bahan bakar yang bermasalah. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh awak kapal, diketahui terdapat campuran air pada bahan bakar sehingga mesin tidak dapat beroperasi secara normal.
Laporan mengenai insiden tersebut diterima petugas sekitar pukul 10.20 WIB dan segera ditindaklanjuti dengan pengerahan tim gabungan ke lokasi kejadian.
Unsur yang Terlibat dalam Evakuasi
Tim gabungan yang diterjunkan untuk menangani insiden tersebut terdiri atas:
- BPBD Kepulauan Seribu
- Polsubsektor Pulau Pari
- Bhabinkamtibmas
- Satpol PP
- Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP)
- Dinas Perhubungan
- Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar)
- PK3D
- Dinas Lingkungan Hidup
- Pos Kesehatan
- Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM)
Seluruh unsur bergerak cepat menuju lokasi guna mengevakuasi penumpang dan memastikan situasi tetap aman selama proses penyelamatan berlangsung.
Keterangan Kapten Kapal
Kapten KM Makmur Jaya, Murinan, menjelaskan gangguan mesin terjadi akibat bahan bakar yang tercampur air sehingga memengaruhi kinerja mesin kapal.
Saat dilakukan pengecekan oleh awak kapal, ditemukan adanya campuran air dalam tangki bahan bakar yang menyebabkan mesin tidak dapat bekerja secara optimal dan kapal tidak mampu melanjutkan pelayaran.
“Kami langsung berkoordinasi dengan petugas dan bersyukur seluruh penumpang dapat dievakuasi dengan aman,” kata Murinan.
Penumpang Sempat Cemas
Salah seorang penumpang, Yuli (42), mengaku sempat merasa khawatir ketika kapal berhenti dan terombang-ambing di tengah laut. Namun, kecemasan tersebut berangsur mereda setelah petugas gabungan tiba di lokasi dan memberikan arahan kepada seluruh penumpang.
“Awalnya kami cukup cemas karena kapal tidak bergerak dan terombang-ambing. Tetapi petugas datang dengan cepat dan memberikan arahan kepada penumpang. Alhamdulillah semuanya selamat dan bisa melanjutkan perjalanan,” ujarnya.











