Jakarta (DMS) – Laki-laki memiliki risiko lebih tinggi mengalami batu ginjal dibanding perempuan. Hal ini disampaikan oleh dokter spesialis urologi dari RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), Dr. dr. Widi Atmoko, SpU(K), FECSM, FACS, yang menyebut perbedaan hormon dan tingkat aktivitas fisik menjadi faktor utama pemicu.
“Biasanya ada perbedaan hormon pada laki-laki. Selain itu, aktivitas fisik yang lebih tinggi bisa meningkatkan potensi dehidrasi, yang menjadi salah satu pemicu batu ginjal,” jelas dr. Widi saat diwawancarai di Jakarta
Ia menyebut, secara statistik, risiko laki-laki terkena batu ginjal sekitar 1,3 kali lebih tinggi dibandingkan perempuan.
Meski demikian, dr. Widi menegaskan bahwa faktor penyebab batu ginjal pada pria dan wanita sebenarnya tidak jauh berbeda. Beberapa di antaranya adalah faktor genetik, kurangnya konsumsi air, serta pola makan yang tidak sehat.
“Kurang minum, pola makan tinggi kalsium seperti konsumsi susu, keju, yogurt, serta makanan tinggi garam dan protein, khususnya jeroan, berkontribusi pada pembentukan batu ginjal. Protein tinggi juga bisa menyebabkan batu jenis asam urat,” ungkapnya.
Untuk mencegah terbentuknya batu ginjal, dr. Widi merekomendasikan konsumsi buah-buahan yang mengandung sitrat. Sitrat diketahui dapat menghambat pembentukan batu kalsium karena mampu mengikat kalsium sehingga mencegah terbentuknya kristal kalsium oksalat dalam urine.
“Buah yang tinggi kandungan sitrat seperti jeruk lemon dan limau bisa membantu mencegah pembentukan batu ginjal,” tutupnya.DMS/DC











