Jakarta (DMS) – Tim nasional Maroko memastikan tempat di babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Belanda melalui adu penalti dengan skor 3-2 pada pertandingan babak 32 besar yang berlangsung di Stadion BBVA, Monterrey, Meksiko, Selasa WIB.
Kemenangan Maroko diraih setelah kedua tim bermain imbang 1-1 hingga waktu normal dan dua babak tambahan waktu berakhir. Adu penalti kemudian menjadi penentu, dengan Singa Atlas tampil lebih tenang untuk mengamankan tiket ke fase berikutnya.
Belanda sebenarnya nyaris mengakhiri pertandingan sebagai pemenang setelah unggul lebih dulu melalui gol Cody Gakpo pada menit ke-72. Namun, kemenangan yang sudah di depan mata buyar setelah Issa Diop mencetak gol penyeimbang pada menit pertama masa tambahan waktu babak kedua. Skor 1-1 bertahan hingga 120 menit pertandingan sehingga pemenang harus ditentukan melalui adu penalti.
Pada babak adu penalti, tiga penendang Belanda, yakni Justin Kluivert, Quentin Timber, dan Crysencio Summerville, gagal menjalankan tugasnya. Sementara dari kubu Maroko, hanya Neil El Aynaoui dan Achraf Hakimi yang tidak mampu mencetak gol.
Ismael Saibari menjadi penentu kemenangan Maroko setelah sukses menaklukkan kiper Bart Verbruggen sebagai algojo kelima. Gol tersebut memastikan Maroko menang 3-2 dalam adu penalti sekaligus melangkah ke babak 16 besar.
Di fase berikutnya, Maroko akan menghadapi Kanada yang sebelumnya lolos setelah menyingkirkan Afrika Selatan. Pertandingan babak 16 besar dijadwalkan berlangsung di Stadion AT&T, Arlington, Texas, Amerika Serikat, pada Minggu (5/7) WIB.
Sejak peluit awal dibunyikan, pertandingan berlangsung dengan tempo tinggi. Belanda berusaha mendominasi permainan melalui duet Ryan Gravenberch dan Frenkie de Jong di lini tengah, sementara Maroko mengandalkan disiplin pertahanan, pressing ketat, serta duel fisik yang agresif.
Maroko beberapa kali mengancam melalui situasi bola mati yang memaksa Verbruggen melakukan penyelamatan penting. Di sisi lain, Belanda mencoba membongkar pertahanan lawan lewat aksi Brian Brobbey, Denzel Dumfries, Cody Gakpo, dan Crysencio Summerville, namun belum mampu menghasilkan peluang matang.
Menjelang turun minum, tepatnya pada menit ke-44, Micky van de Ven melepaskan tembakan keras yang masih dapat ditepis kiper Yassine Bounou. Skor tanpa gol bertahan hingga babak pertama usai.
Maroko tampil lebih agresif setelah jeda dan nyaris membuka keunggulan melalui peluang Ayyoub Bouaddi serta Achraf Hakimi yang sama-sama membentur mistar gawang.
Meski berada dalam tekanan, Belanda justru berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-72. Berawal dari pergerakan Summerville di sisi kanan, umpan yang dilepaskannya berhasil diselesaikan dengan baik oleh Gakpo untuk membawa Oranje unggul 1-0.
Keunggulan tersebut membuat permainan Belanda sedikit mengendur. Maroko memanfaatkan situasi itu dengan terus menekan hingga akhirnya berhasil menyamakan kedudukan pada menit pertama injury time melalui Issa Diop yang menyambut umpan Chemsdine Talbi. Gol tersebut memaksa pertandingan berlanjut ke babak tambahan waktu.
Pada extra time, duel berlangsung semakin sengit dengan intensitas fisik yang tinggi. Maroko memiliki peluang emas melalui Sofiane Rahimi, tetapi Verbruggen tampil sigap untuk menjaga gawang Belanda tetap aman. Skor 1-1 pun bertahan hingga tambahan waktu berakhir.
Dalam adu penalti, Teun Koopmeiners yang menjadi penendang pertama sukses membawa Belanda unggul. Keuntungan semakin berpihak kepada Oranje setelah eksekutor pertama Maroko, Neil El Aynaoui, gagal karena tendangannya membentur mistar gawang.
Namun momentum berubah ketika Justin Kluivert gagal menaklukkan Bounou. Maroko kemudian menyamakan skor melalui eksekusi Sofiane Rahimi. Wout Weghorst dan Chemsdine Talbi sama-sama sukses menjalankan tugas sebagai penendang ketiga.
Pada giliran berikutnya, Quentin Timber dari Belanda dan Achraf Hakimi dari Maroko sama-sama gagal mencetak gol sehingga kedudukan tetap imbang. Penendang kelima Belanda, Crysencio Summerville, juga gagal setelah tendangannya berhasil ditepis Bounou.
Kesempatan itu dimanfaatkan dengan sempurna oleh Ismael Saibari. Gelandang yang selalu mencetak gol pada fase grup tersebut berhasil mengecoh Verbruggen dan memastikan kemenangan Maroko 3-2 dalam adu penalti.
Susunan Pemain
Belanda (5-2-3): Bart Verbruggen; Denzel Dumfries, Virgil van Dijk, Nathan Aké (Teun Koopmeiners), Jan Paul van Hecke, Micky van de Ven (Jorrel Hato); Ryan Gravenberch (Quentin Timber), Frenkie de Jong (Marten de Roon); Cody Gakpo (Justin Kluivert), Brian Brobbey (Wout Weghorst), Crysencio Summerville.
Pelatih: Ronald Koeman.
Maroko (4-2-3-1): Yassine Bounou; Achraf Hakimi, Noussair Mazraoui, Issa Diop, Chadi Riad (Annas Salah-Eddine); Ayyoub Bouaddi (Samir El Mourabet), Azzedine Ounahi (Sofiane Rahimi); Ismael Saibari, Bilal El Khannouss (Chemsdine Talbi), Neil El Aynaoui; Brahim Diaz (Gessime Yassine).
Pelatih: Mohamed Ouahbi.
DMS/AC










