Jakarta (DMS) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan banjir akibat luapan Sungai Comal merendam sedikitnya 16 desa di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan banjir terjadi setelah wilayah tersebut diguyur hujan berintensitas tinggi sejak Kamis (26/3) dini hari, yang menyebabkan kenaikan tinggi muka air antara 30 hingga 80 sentimeter.
Berdasarkan laporan Direktorat Pusat Pengendalian Operasi BNPB, sebanyak 7.181 kepala keluarga (KK) terdampak dan sedikitnya 6.727 unit rumah warga terendam.
Selain banjir, curah hujan ekstrem juga memicu terjadinya tanah longsor di sejumlah titik di Kabupaten Pemalang.
Adapun wilayah terdampak tersebar di beberapa kecamatan, antara lain:
- Kecamatan Comal: Desa Susukan, Klegen, Sidorejo, Kauman, Kandang, Kebojongan, Wonokromo, dan Sarwodadi
- Kecamatan Ulujami: Desa Ampelgading, Patarukan, Pesantren, Mojo, dan Limbangan
- Kecamatan Ampelgading: Desa Kebagusan dan Sidokare
- Kecamatan Patarukan: Desa Kendaldoyong, Panjunan, dan Kendalrejo
Abdul memastikan tim reaksi cepat dari BPBD Kabupaten Pemalang telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi warga serta menyalurkan bantuan logistik berupa bahan pangan bagi para penyintas selama masa tanggap darurat.
BNPB juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai instansi terkait guna mempercepat penanganan di lapangan, sekaligus memantau kondisi debit air sungai serta potensi cuaca ekstrem susulan di wilayah Jawa Tengah.











