Mataram (DMS) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku pelayaran, untuk mewaspadai potensi gelombang laut setinggi hingga empat meter di perairan selatan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Prakirawan Stasiun Meteorologi BMKG NTB, Anggi Dewita, menjelaskan bahwa gelombang tinggi berpotensi terjadi di Selat Lombok bagian selatan, Selat Alas bagian selatan, serta perairan Samudera Hindia di selatan NTB. Tinggi gelombang di wilayah tersebut diperkirakan berada pada kisaran 2,5 hingga 4 meter.
BMKG meminta masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap risiko keselamatan di laut. Anggi menegaskan, kondisi gelombang tinggi tidak hanya membahayakan perahu nelayan dan kapal tongkang, tetapi juga kapal penyeberangan jenis feri.
Selain peringatan gelombang tinggi, BMKG juga memprakirakan cuaca di wilayah NTB selama sepekan ke depan, mulai 5 hingga 11 Januari 2026, didominasi kondisi cerah berawan hingga hujan sedang. Suhu udara diperkirakan berkisar antara 23 hingga 34 derajat Celsius.
Sementara itu, arah angin permukaan umumnya bertiup dari selatan hingga barat daya dengan kecepatan maksimum mencapai 35 kilometer per jam. BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terbaru guna mengantisipasi potensi dampak cuaca ekstrem.
DMS/AC











