Jakarta (DMS) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan sebanyak 15 warga mengalami luka-luka dan sekitar 100 warga terdampak telah dievakuasi akibat gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa data tersebut merupakan laporan sementara hingga Kamis pukul 11.00 WIB, dengan lokasi terdampak berada di Desa Terong, Kecamatan Adonara Timur.
“Sebanyak lima warga mengalami luka berat dan 10 lainnya luka ringan, sementara total warga terdampak mencapai sekitar 100 kepala keluarga,” ujarnya.
Ia memastikan tim gabungan telah diterjunkan ke lokasi, termasuk personel reaksi cepat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flores Timur. Tim tersebut melakukan berbagai langkah penanganan darurat, mulai dari pendataan korban, pemantauan dampak gempa, pendirian tenda pengungsian, hingga penyaluran bantuan logistik kepada warga.
Penanganan ini juga mendapat pendampingan langsung dari BNPB guna memastikan respons berjalan cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Meski demikian, masyarakat diimbau tetap waspada dan tenang. Warga diminta segera menuju tempat terbuka apabila terjadi gempa susulan serta mengikuti arahan dari petugas berwenang.
Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bermagnitudo 4,7 terjadi pada Rabu (8/4) dini hari. Pusat gempa berada sekitar 21 kilometer tenggara Larantuka dengan kedalaman lima kilometer di darat.
Guncangan dirasakan cukup kuat selama dua hingga empat detik oleh warga di wilayah terdampak. Hingga Kamis pagi pukul 06.40 WITA, BMKG juga mencatat adanya 48 kali gempa susulan yang masih dirasakan oleh masyarakat, khususnya di wilayah pesisir Pulau Adonara.










