Lumajang, Jawa Timur (DMS) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi letusan sekunder Gunung Semeru dan banjir lahar hujan, menyusul hujan deras yang mengguyur kawasan lereng gunung tersebut, Minggu sore.
Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, mengatakan letusan sekunder terjadi di sepanjang Kali Wedok, Daerah Aliran Sungai (DAS) Besuk Kobokan. Fenomena itu berupa semburan asap putih tebal akibat pertemuan air hujan dengan material vulkanik panas sisa erupsi.
“Letusan sekunder terpantau mengarah ke timur Jembatan Gladak Perak. Kondisi ini menyebabkan jarak pandang terbatas, sehingga masyarakat diminta tetap waspada,” ujar Isnugroho, Minggu.
Ia menjelaskan letusan sekunder umumnya terjadi di luar pusat aktivitas gunung api, khususnya di aliran Sungai Besuk Kobokan yang masih menyimpan tumpukan material awan panas bersuhu tinggi. Berdasarkan catatan Pos Pengamatan Gunung Semeru, getaran banjir lahar terekam satu kali gempa dengan amplitudo 35 milimeter dan durasi 6.120 detik.
BPBD mengimbau warga yang berada di sekitar bantaran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan saat terjadi hujan lebat. Aktivitas penambangan pasir di sepanjang aliran sungai juga diminta dihentikan sementara.
Banjir lahar hujan dilaporkan mengalir dari hulu menuju Sungai Besuk Kobokan dan Kali Lanang di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang.
Isnugroho menegaskan status Gunung Semeru masih berada pada Level III (Siaga). Masyarakat dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak. Di luar radius tersebut, warga juga diminta menjauhi bantaran sungai sejauh 500 meter karena berpotensi terdampak awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer.
Selain itu, masyarakat tidak diperkenankan beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Semeru karena rawan lontaran batu pijar. Warga juga diimbau mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta anak-anak sungainya.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini hujan sedang hingga lebat di kawasan Gunung Semeru dan sekitarnya. Hujan tercatat mengguyur wilayah Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, serta Ampelgading, Kabupaten Malang, sejak pukul 17.10 WIB hingga sekitar 19.10 WIB.
BMKG mengingatkan potensi dampak lanjutan berupa banjir lahar hujan, banjir bandang, banjir, dan longsor di wilayah Kabupaten Lumajang, khususnya Kecamatan Pronojiwo, Pasrujambe, dan Candipuro, serta Kecamatan Ampelgading di Kabupaten Malang.
DMS/AC











