Jayapura (DMS) – Sebanyak sembilan guru dan tenaga medis berhasil dievakuasi dari Korowai, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, menyusul insiden penembakan pesawat Smart Air oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menewaskan dua kru.
Proses evakuasi dilakukan pada Kamis sore (13/2). Para guru dan perawat diterbangkan dari Korowai menuju Sentani, Kabupaten Jayapura, menggunakan pesawat MAF jenis Codiak PK-MEF yang dipiloti Kapten Thomas Allen Bolser.
Bupati Boven Digoel, Roni Omba, di Tanah Merah, Jumat, menyatakan penembakan tersebut merupakan peristiwa menonjol dan pertama kali terjadi di wilayahnya. Insiden itu, kata dia, menimbulkan keprihatinan mendalam bagi pemerintah daerah dan masyarakat setempat.
“Kejadian ini menjadi duka bersama bagi kami di Boven Digoel. Dampaknya bukan hanya terhadap para korban, tetapi juga terhadap rasa aman masyarakat,” ujar Roni Omba.
Pemerintah daerah, lanjutnya, telah mengimbau tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen berpengaruh untuk membantu menenangkan warga serta mencegah penyebaran informasi yang belum tentu benar.
Aparat keamanan juga telah menyiapkan langkah-langkah pengamanan dan evakuasi dari Lapangan Terbang Korowai Batu agar seluruh proses berjalan aman dan terkoordinasi.
“TNI dan Polri bekerja maksimal untuk mengembalikan situasi keamanan agar kembali kondusif,” katanya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito menegaskan pihaknya memberi perhatian penuh terhadap keselamatan tenaga pendidik dan kesehatan di wilayah tersebut.
“Polri memastikan setiap proses evakuasi berjalan aman sebagai bentuk tanggung jawab negara melindungi guru dan tenaga medis yang mengabdi di pedalaman Tanah Papua,” ujar Cahyo.
Adapun sembilan orang yang dievakuasi terdiri atas enam tenaga pengajar, yakni Aan Suek, Risa, Ema, Monik, Yonar, dan Nonik, serta tiga perawat, yakni Suster Grace, Rifal, dan Anton.











