Ternate (DMS) – Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara menetapkan status Tanggap Darurat Bencana menyusul banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah akibat hujan lebat sejak Selasa.
Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua mengatakan, bencana tersebut berdampak pada belasan desa di tiga kecamatan, yakni Kao Barat, Galela Utara, dan Loloda Utara. Curah hujan yang tinggi menyebabkan debit sungai meningkat hingga meluap dan memicu longsor di beberapa titik.
“Banjir dan longsor terjadi di belasan desa akibat hujan deras yang berlangsung cukup lama,” kata Piet Hein Babua dalam konferensi pers di Ternate, Rabu, didampingi Wakil Bupati Kasman Hi. Ahmad, Sekda Halut, unsur Polres, Kodim 1508/Tobelo, serta BPBD Halut.
Di Kecamatan Kao Barat, banjir merendam Desa Soamaetek, Pitago, Tuguis, Parseba, Bailengit, dan Tubuolamo. Sementara di Kecamatan Galela Utara, luapan Sungai Pitago menggenangi Desa Saluta, Tutumaluleo, Togasa, dan Pelita, serta merusak dua jembatan sehingga tidak dapat dilalui kendaraan besar.
“Di Desa Pelita terdapat satu korban jiwa. Pemerintah daerah menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban,” ujar bupati.
Banjir juga melanda Kecamatan Loloda Utara dengan lima desa terdampak, yakni Ngajam, Worimoi, Doitia, Asimiro, dan Darume. Namun, upaya penanganan di wilayah ini terkendala akses jalan yang tertutup lumpur dan genangan air, serta kondisi cuaca laut yang kurang bersahabat.
“BPBD baru dapat mencapai Desa Tate dan belum bisa menembus lokasi longsor,” katanya.
Sebagai langkah awal, Pemkab Halmahera Utara telah menyalurkan bantuan stimulan kepada warga terdampak. BPBD juga tengah melakukan pendataan menyeluruh untuk memastikan jumlah korban dan kebutuhan masyarakat agar penanganan lanjutan dapat tepat sasaran.
Sementara itu, BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Baabullah Ternate mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Maluku Utara. Prakirawan Cuaca Dewi Makhrantika Madiong menyebutkan, hingga malam hari masih berpotensi terjadi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang.
BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi melanda sejumlah wilayah di Halmahera Barat, Kota Ternate, Halmahera Utara, hingga Halmahera Timur, dan dapat meluas ke daerah sekitarnya. Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi.











