Masohi, Maluku Tengah (DMS) -Harga ikan di Pasar Binaya, Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, terpantau masih relatif mahal. Salah satu jenis ikan yang mendominasi penjualan adalah ikan momar.
Pada Sabtu (17/1/2026), ikan momar dijual pedagang dengan harga Rp20 ribu per tiga ekor ukuran sedang. Harga tersebut ditetapkan berdasarkan ketersediaan stok ikan yang didistribusikan nelayan ke pedagang perantara sebelum sampai ke tangan pengecer.
Para pengecer di Pasar Binaya mengaku keuntungan yang diperoleh tidak terlalu besar. Pasalnya, modal yang dikeluarkan untuk satu loyang (wadah) ikan mencapai Rp1.800.000.
Selain ikan momar, pedagang juga menjual jenis ikan lain seperti ikan kawalinya (selar) dengan harga Rp20 ribu per empat ekor. Namun, jumlahnya tidak sebanyak ikan momar. Ada pula ikan make (ikan sarden) yang dijajakan dengan harga Rp10 ribu per tumpuk.
Salah satu pedagang ikan, ibu Ija, mengatakan stok ikan momar saat ini terbilang cukup banyak dibandingkan beberapa hari sebelumnya.
“Kalau sekarang stok momar sudah cukup banyak, beda dengan tiga hari lalu yang stoknya sedikit dan harganya lebih mahal,” ujar ibu Ija.
Ia menjelaskan, ikan yang masuk ke Pasar Binaya sebagian besar berasal dari wilayah Tanjung-Aira, Kecamatan Amahai, serta dari Kecamatan Tehoru.
“Sebagian besar ikan ini datang dari Tanjung-Aira dan Tehoru,” jelasnya.
Meski harga ikan terbilang mahal, ibu Ija mengaku tetap bersyukur karena pembeli masih terus berdatangan.
“Walaupun harganya mahal, tapi pembeli masih ada, jadi kami tetap bersyukur,” katanya.
Selain harga ikan, sejumlah harga sayur mayur di Pasar Binaya juga relatif dijual dengan harga normal, seperti kangkung, sawi, kacang panjang, bunga pepaya, terong, serta sejumlah sayur mayur lainnya, termasuk cabai, bawang, dan tomat.DMS











