Makassar (DMS) – Kecelakaan laut menimpa kapal motor (KM) Fitri Jaya di Perairan Pulau Podang-Podang, Kecamatan Liukang Tupabbiring, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan. Tiga penumpang dinyatakan tewas setelah kapal terbalik akibat diterjang cuaca buruk, Sabtu.
Kepala Seksi Siaga Operasi Kantor Basarnas Makassar, Andi Sultan, membenarkan peristiwa tersebut. Kapal kayu yang mengangkut 11 penumpang itu terbalik sekitar pukul 11.00 WITA di wilayah Desa Mattiro Dolangeng setelah dihantam hujan lebat dan angin kencang.
KM Fitri Jaya diketahui membawa rombongan tenaga kesehatan dan camat setempat dalam misi sosial menyalurkan bantuan Dompet Dhuafa ke Pulau Sarappo. Selain penumpang, kapal juga mengangkut material bantuan berupa sekitar 40 sak semen dan 40 unit jamban WC. Rombongan berangkat dari Sungai Pangkajene pukul 08.40 WITA.
Dalam perjalanan, sekitar pukul 10.50 WITA, kapal mulai oleng karena ombak tinggi. Nahkoda tidak mampu mengendalikan laju kapal hingga akhirnya terbalik di tengah laut.
Warga Pulau Sarappo Lompo segera melakukan evakuasi menggunakan kapal jolloro. Tiga korban meninggal dunia teridentifikasi sebagai Imran (Koordinator LKC Dompet Dhuafa), Camat Liukang Tupabbiring Muhammad Fitri Mubarak, dan Bidan Pulau Sarappo, Darma.
Sementara itu, delapan penumpang lainnya selamat, yakni Andi Mappasallang, Etty Permatasari, Siti Patimah, Nurlina, Wulan Cahya, dokter gigi Nova, Kepala Puskesmas Sarappo Samiang, serta nahkoda sekaligus pemilik kapal, Daeng Nasru.
“Seluruh penumpang sudah ditemukan dan dievakuasi ke Pangkajene, selanjutnya dibawa ke Makassar,” kata Andi Sultan.
Bupati Pangkep, Yusran Lalogau, menyampaikan duka cita mendalam atas musibah tersebut. Ia menyebut para korban tengah menjalankan misi kemanusiaan. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya,” ujarnya.
Sebelumnya, BMKG telah mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan, termasuk perairan setempat, serta mengimbau agar aktivitas transportasi laut ditunda sementara waktu.
DMS/AC











