Phnom Penh (DMS) — Jumlah korban jiwa akibat ketegangan bersenjata di perbatasan Kamboja–Thailand meningkat menjadi enam orang, menurut pernyataan Kementerian Pertahanan Kamboja pada Selasa.
Dalam rilis resmi yang dikutip Xinhua, dua warga sipil kembali dilaporkan tewas setelah ditembak militer Thailand saat melintas di jalan raya nasional pada Senin (8/12) dan Selasa dini hari.
Kementerian tersebut menyebutkan bahwa hingga pukul 04.45 waktu setempat, serangan dari arah Thailand masih berlangsung dan menyasar provinsi Preah Vihear, Oddar Meanchey, serta Pursat di wilayah Kamboja.
Padahal, belum genap dua bulan sejak kedua negara menandatangani deklarasi perdamaian bersama, bentrokan kembali pecah di kawasan perbatasan. Tembakan artileri dilaporkan terdengar di sejumlah titik dan membuat warga di beberapa provinsi panik serta terpaksa mengungsi.
Kamboja dan Thailand saling menuduh pihak lawan sebagai pemicu eskalasi terbaru, dan keduanya telah mengonfirmasi adanya korban jiwa dalam insiden tersebut.











