Istanbul/Karachi (DMS) – Jet tempur Pakistan melancarkan serangan udara ke wilayah timur dan tenggara Afghanistan pada Minggu (22/2) dini hari. Islamabad mengklaim serangan tersebut menargetkan basis militan, sementara otoritas di Kabul melaporkan adanya korban sipil dan mengancam akan melakukan pembalasan.
Melalui platform X, Kementerian Penerangan Pakistan menyebut operasi lintas batas itu menghantam tujuh kamp dan lokasi persembunyian yang diduga milik Tehrik-i-Taliban Pakistan (TTP) dan ISIS Khorasan. Pemerintah Pakistan mengaku memiliki bukti kuat bahwa sejumlah serangan bom bunuh diri, termasuk yang terjadi di Islamabad, direncanakan dari wilayah Afghanistan.
Menteri Negara Urusan Dalam Negeri Pakistan, Talal Chaudhry, kepada Geo News menyatakan sedikitnya 70 orang yang disebut sebagai “teroris” tewas dalam serangan tersebut berdasarkan laporan awal.
Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Afghanistan menyatakan akan memberikan “respons yang tepat dan terukur” pada waktu yang dianggap sesuai. Kementerian Luar Negeri Afghanistan juga memanggil Duta Besar Pakistan di Kabul, Ubaid Ur Rehman Nizamani, untuk menyampaikan nota protes resmi.
Media Afghanistan melaporkan serangan menghantam sejumlah distrik di Provinsi Nangarhar dan Paktika. Juru bicara pemerintah Taliban, Zabihullah Mujahid, serta pejabat pertahanan setempat menyebut puluhan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, tewas dan terluka.
Ketegangan kedua negara meningkat dalam beberapa tahun terakhir seiring lonjakan serangan militan di Pakistan yang kerap dikaitkan dengan TTP. Islamabad menuduh kelompok tersebut beroperasi dari wilayah Afghanistan, tudingan yang dibantah pemerintah Taliban di Kabul.
Situasi diperumit oleh hubungan bilateral yang sudah tegang sejak bentrokan mematikan pada Oktober lalu. Upaya gencatan senjata yang dimediasi Qatar sempat meredakan situasi, namun perundingan lanjutan di Istanbul belum menghasilkan kesepakatan resmi.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri India mengecam serangan udara tersebut dan menyatakan keprihatinan atas jatuhnya korban sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, terlebih terjadi pada bulan suci Ramadan. India menegaskan kembali dukungannya terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Afghanistan.
DMS/AC











