Surabaya (DMS) – Pelatih Persita Carlos Pena mengakui keunggulan Persebaya Surabaya dalam memanfaatkan peluang saat timnya kalah 0-1 di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu malam.
Menurut Carlos, kunci kemenangan lawan terletak pada efektivitas dalam mengonversi peluang menjadi gol. Sementara itu, timnya juga sempat menciptakan sejumlah peluang, namun tidak mampu diselesaikan dengan baik.
“Kami sebenarnya memiliki beberapa peluang, tetapi gagal dikonversi menjadi gol,” ujar Carlos dalam konferensi pers usai pertandingan.
Ia juga menyoroti solidnya lini pertahanan Persebaya yang dinilai mampu meredam berbagai upaya serangan dari timnya. Hal tersebut membuat Persita kesulitan menciptakan gol meskipun sudah mencoba membangun serangan melalui penguasaan bola maupun skema transisi cepat.
Meski hasil tidak berpihak, Carlos tetap memberikan apresiasi terhadap performa anak asuhnya yang dinilai mampu menciptakan peluang-peluang berbahaya sepanjang laga. Ia menegaskan bahwa secara keseluruhan timnya menunjukkan perkembangan positif selama musim berjalan.
Peningkatan tersebut, lanjutnya, terlihat dari kemampuan tim dalam mengombinasikan penguasaan bola dengan serangan cepat, khususnya dalam beberapa pertandingan terakhir.
Carlos menegaskan Persita masih memiliki target hingga akhir musim, di antaranya mendekati posisi empat besar klasemen serta memecahkan rekor perolehan poin klub.
“Kami masih memiliki delapan pertandingan tersisa dan ingin meraih poin semaksimal mungkin,” katanya.
Sementara itu, pemain Persita, Hargianto, mengungkapkan rasa kecewanya atas hasil tersebut dan menegaskan timnya harus segera bangkit.
“Kami akan melupakan pertandingan ini dan fokus ke laga berikutnya,” ujarnya.
Saat ini, Persita yang dijuluki Pendekar Cisadane menempati posisi kelima klasemen dengan koleksi 41 poin. Pada laga selanjutnya, mereka dijadwalkan menjamu Arema FC di Stadion Indomilk Arena pada Jumat malam pekan depan.
DMS/AC











