Jakarta (DMS) – Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk terus melakukan pembenahan internal serta membersihkan institusi dari berbagai bentuk penyelewengan dan praktik ilegal.
Dalam peresmian Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu, Presiden menegaskan aparat negara harus bekerja untuk kepentingan rakyat karena seluruh kebutuhan aparat berasal dari uang rakyat.
“Panglima TNI, Kapolri, saya tidak mau dengar lagi ada aparat yang tidak menegakkan hukum, keadilan, dan kebenaran. Tidak boleh backing macam-macam,” ujar Prabowo dalam siaran daring yang dipantau dari Jakarta.
Prabowo secara khusus mengingatkan agar anggota TNI dan Polri tidak terlibat maupun memberikan perlindungan terhadap aktivitas ilegal, seperti penyelundupan, narkoba, perjudian, hingga berbagai bentuk pelanggaran hukum lainnya.
“Seluruh aparat harus memperbaiki diri, harus membersihkan diri, harus berani koreksi, jangan justru aparat yang di belakang penyelewengan, aparat yang backing penyelewengan, aparat yang backing penyelundupan, backing narkoba, backing judi, backing ilegal ini itu. Jangan sampai begitu,” kata Presiden.
Kepala Negara juga menekankan pentingnya menjadikan TNI sebagai tentara rakyat dan Polri sebagai polisi rakyat yang benar-benar hadir untuk melayani masyarakat.
Menurut Prabowo, upaya reformasi dan pembenahan di tubuh TNI maupun Polri saat ini terus dilakukan oleh pimpinan masing-masing institusi.
Ia turut menyoroti kontribusi aparat dalam mendukung program kesejahteraan masyarakat, termasuk keterlibatan langsung dalam upaya mewujudkan swasembada pangan nasional.
Presiden menyebut personel TNI dan Polri kini banyak terjun langsung membantu masyarakat di sawah dan ladang sebagai bentuk pengabdian kepada rakyat.
“Inilah saya katakan TNI adalah tentara rakyat, polisi kita harus jadi polisi rakyat, dan ini yang sedang dirintis oleh pimpinan-pimpinan Kepolisian sekarang,” ujar Prabowo.











