Palu (DMS) – Tim SAR gabungan memperluas radius pencarian dua korban kapal KLM Nur Ainun Balqis yang tenggelam di perairan Selat Makassar, wilayah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.
Kepala Sub Operasi dan Siaga SAR Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) atau Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Rusmadi, mengatakan ketidakjelasan titik koordinat pasti lokasi tenggelamnya kapal menjadi kendala dalam operasi.
“Titik koordinat kapal tenggelam tidak diketahui secara pasti, sehingga pada hari ketiga operasi kami memperluas area pencarian,” ujar Rusmadi saat dihubungi dari Palu, Rabu.
Pada hari ketiga, pencarian dimulai pukul 07.00 Wita menggunakan KN SAR Baladewa dan dibantu kapal nelayan setempat. Area pencarian diperluas hingga sekitar 509 mil laut, dengan jarak kurang lebih 35 mil laut ke arah utara dari dermaga KN SAR Baladewa di Kota Palu.
Meski demikian, hingga operasi hari ketiga, dua korban yang dilaporkan hilang belum ditemukan. Tim SAR terus menyisir area yang telah ditentukan sesuai prosedur operasi standar (SOP) keselamatan Basarnas.
KLM Nur Ainun Balqis sebelumnya berlayar dari Pelabuhan Nunukan, Kalimantan Utara, menuju Pelabuhan Orange di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, pada Kamis (12/2) sekitar pukul 02.00 Wita. Saat melintas di Selat Makassar, kapal dihantam ombak hingga oleng dan akhirnya tenggelam.
Seluruh penumpang dan awak kapal sempat melompat ke laut untuk menyelamatkan diri. Tiga korban selamat, yakni Saharudin (47), Muh Alwi (32), dan Muksin (47), ditemukan nelayan Donggala dalam kondisi terombang-ambing di laut.
Sementara itu, dua korban lainnya, yakni Guswan (47) dan Adam (20), hingga kini masih dalam pencarian.











