Dhaka, Bangladesh (DMS) – Enam anggota pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) asal Bangladesh tewas, sementara delapan lainnya terluka dalam serangan drone di markas PBB di wilayah Abyei, Sudan Selatan.
Pemerintah sementara Bangladesh pada Sabtu (13/12) menyatakan serangan tersebut diduga dilakukan kelompok teroris. Kepala pemerintahan sementara Bangladesh, Muhammad Yunus, mengaku terkejut atas insiden itu dan meminta PBB segera mengambil langkah darurat.
“PBB telah diminta untuk memastikan para penjaga perdamaian yang terluka mendapatkan perawatan medis terbaik serta bantuan yang diperlukan,” ujar Yunus dalam pernyataan resmi.
Sebelumnya, pihak militer Bangladesh menyebut serangan terjadi di wilayah Abyei dan situasi keamanan masih belum sepenuhnya kondusif. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari misi PBB terkait insiden tersebut.
Pasukan Keamanan Sementara PBB untuk Abyei (UNISFA) telah dikerahkan sejak 2011 untuk menjaga stabilitas di wilayah administratif Abyei yang kaya minyak. Kawasan ini dikelola bersama oleh Sudan dan Sudan Selatan, namun kedua negara sama-sama mengklaim kepemilikan dan kerap terlibat konflik.
Mandat misi UNISFA sendiri baru diperpanjang pada bulan lalu.
DMS/AC











