Masohi, Maluku Tengah (DMS) – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Said Perintah Masohi melaksanakan prosesi wisuda Strata I bagi 80 wisudawan dan wisudawati dari dua program studi, yakni Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Manajemen Pendidikan Islam (MPI). Acara berlangsung di Baileo Ir. Soekarno, Kota Masohi, Kamis (6/11/2025).
Ketua STAI Said Perintah Masohi, Sarpa Marasabessy, saat diwawancarai di sela-sela acara wisuda menjelaskan, pelaksanaan wisuda ini bukan akhir dari seluruh rangkaian kegiatan tugas sebagai seorang mahasiswa, tetapi awal dari perjuangan yang sesungguhnya.
“Wisuda bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari perjuangan baru untuk mengabdi dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Marasabessy.
Selaku ketua STAI, ia menekankan pentingnya menjaga profesionalitas sebagai calon pendidik yang berlandaskan akhlak dan etika.
“Saya mengajak para wisudawan untuk menjadi pendidik yang berilmu, beradab, dan berakhlak. Tugas guru adalah tugas mulia, jangan pernah memandang profesi ini sebagai beban, tetapi sebagai amanah,” tegasnya.
Sebagai lembaga akademik yang berperan dalam pengembangan pendidikan, Marasabessy juga berharap adanya dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah untuk memperkuat visi pendidikan kampus STAI sebagai satu-satunya perguruan tinggi Islam di Maluku Tengah.
“Kami berharap dukungan pemerintah daerah terus mengalir, agar STAI Said Perintah dapat semakin maju dan berkontribusi nyata bagi pembangunan sumber daya manusia di Maluku Tengah,” tambahnya.
Disinggung soal rencana penambahan program studi di kampus STAI, Marasabessy mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengusulkan beberapa program baru.
“Salah satu yang kami ajukan adalah program studi Ekonomi Syariah. Jika SK sudah keluar, insyaallah mulai diberlakukan pada tahun 2026,” jelasnya.
Sementara itu, Staf Ahli Setda Maluku Tengah, Zahlul Ihsan, yang hadir mewakili Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, menyampaikan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan akademik, melainkan awal dari pengabdian kepada masyarakat.
“Wisuda ini adalah tonggak awal bagi para lulusan untuk mengamalkan ilmu yang telah diperoleh. Pengabdian sejati justru dimulai setelah ini,” ujar Ihsan saat membacakan sambutan Bupati.
Dalam sambutan tersebut, Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah terus mendorong lahirnya pendidikan vokasi dan program pemberdayaan berbasis keterampilan di berbagai sektor.
“Dengan kemampuan yang relevan, etos kerja yang kuat, dan mental wirausaha, para wisudawan diyakini dapat menjadi agen transformasi di daerah sendiri,” tambahnya.
Ia menutup sambutan dengan mengingatkan arah pendidikan masa depan.
“Pendidikan masa depan harus menumbuhkan kemandirian, bukan ketergantungan,” pungkasnya.DMS











